Sering terkadang dalam kehidupan sehari-hari, kita menyalahkan faktor x. Disaat penyebab yang lain tidak diketahui, sering ‘faktro x’ menjadi kambing hitam. Ketika mejawab test yang diikuti, kemudian mendapatkan hasiL yang tidak diinginkan, maka ‘faktor x’ menjadi alasan penyebabnya. Ketika seseorang berhasil, juga bahkan ‘faktor x’ yang membedakan ia dan bisa berhasil.

X-Factor

factor X is invisible factor

Secara umum, ‘faktor x’ ini sering didefinisikan sebagai faktor yang menyebabkan sesuatu, namun faktor ini susah untuk di ungkapkan atau didefinisikan, bahkan dianggap invisible. Sebagian yang lain, mendefinisikan ‘faktor x’ sebagai bakat bawaan. Mereka berujar, “yaaa.. itu khan sudah dari sononya”.

Bagi saya, sangat simple sekali untuk mendefinisikan ‘faktor x’ tersebut. ‘faktor x’ itu adalah DOA + AMAL. Inilah yang membuat seseorang jatuh atau maju menjadi yang terbaik. ‘faktor x” ini tidak pernah diajarkan di bangku kuliah sekalipun. Namun, ‘faktor x’ ini adalah penting. Kalau boleh saya meminjam bahasa si Ippho Santosa, sebagai faktor pembeda. Inilah yang membedakan seseorang dengan yang lainnya.

Disaat semuanya belajar. Disaat semuanya mendapatkan pemahaman dan latihan yang sama. Namun, hanya mereka yang juga peduli pada ‘faktor x’ inilah yang menjadi pemenang. Itulah pembedanya. Coba lihat orang-orang sukses di keluarga besar anda. Bisa saja saudara anda, paman anda, tante anda, orang tua anda, atau bahkan saudara jauh, yang menurun anda sukses dan mencapai cita-citanya. Lihat mereka. Mereka yang paling dekat dengan anda. ‘faktor x’ itu selalu ada sama mereka, selain kerja keras, disiplin, ulet, gigih, dan rajin. Mereka punya doa sebagai senjata yang tersembunyi. Benar-benar tersembunyi karena yang tahu hanya Allah dan dirinya. Masih ingatkah hadis rasul, bahwa; “doa adalah senjata orang mukmin”. Selain itu adalah amal. Amal yang dahsyat, yang membuat sang malaikat bahkan iri. Sehingga wajar bila seseorang mendaptkan cita-citanya.

Saya tidak menceritakan amalan yang wah. Karena bicara amalan adalah bicara sesuatu yang pribadi antara seseorang dengan sang khalik. Kedasyatan amalan seseorang tersebut pun,  hanya Allah yang mampu menilai. Kita bisa menilai kemampuan orang denga berbagai tes, tapi tidak dengan amalan. Sungguh hanya Allah lah yang maha tahu.

Maka, sangatlah wajar diperhatikan ‘faktor x’ (DOA+AMAL) ini. Itulah pembedanya diri kita. Itulah senjata kita.

About these ads