Ada cinta, ada obsesi

harta, tahta dan wanita

Disaat waktu yang terus berjalan, terkadang, tidak bisa dipungkiri kepala ini masih terasa ada namamu. Padahal, kalau saya buka ini kepala dan lihat kedalam, sungguh kosong tanpa ada bekas jejak yang tersisa. Namun, karena saya bukanlah pemaksa yang punya kekuasaan untuk membolak balikkan hatimu, maka apapun cerita, harus move on.

Hampir 2 tahun telah berlalu dengan kepergianmu. Namun, Continue reading Ada cinta, ada obsesi

Advertisements

80 Kilogram, rekor baru.

Bisa dikatakan alhamdulillah. Walau sebagian orang menganggap itu sudah sangat gendut sekali. Dan saya memang menyadarinya. Namun, apa hendak dikata, tubuh saya mintanya begitu. Ya syukuri saja.

Memang, kalau boleh jujur, saya sempat kaget waktu timbangin berat badan sampe angka 80 Kg. Ngak pernah sampai segitu seumur hidup saya. Sampai-sampai mama juga bilang suruh diet. Adik saya juga gitu bilangnya. Tapi, saya jawab waktu itu, bahwa saya tunggu naik sampai angka 100 Kg aja baru diet. Hehehe ๐Ÿ˜€

Ada beberapa orang yang pernah saya tanyain tentang diet. Termasuk salah seorang teman yang dokter. Ia bilang bahwa diet itu bukanlah tidak makan, tetapi menjaga pola makan. Orang yang tidak menjaga pola makan, ya wajar saja mengalami kegemukan. Memang sih, saya juga mengakui kalau pola makan saya salah. Coba bayagin, saya makan sarapan nasi di pagi hari, terus siang makan lagi nasi. Sore hari, jajan. Malamnya, makan malam lagi. Biasanya setelah magrib. Terus, seputaran jam 10 malam, udah lapar lagi. Ataupun sebelum tidur makan lagi. Tidurpun juga sering telat selama satu bulan terakhir ini.

Walau saya sadar tentang pola makan atau pola hidup yang buruk, anehnya pingin ngak usah diet. Saya lebih suka alami. Apapun itu. Ya…sekarangpun saya pikir,ngak mesti diet ketat gitulah. Lebih alami aja gitu. Karena saya yakin, itu berat badan juga bakalan turun lagi. Apalagi dengan kondisi hidup di rantau orang. ๐Ÿ™‚

Namun, saya juga sedih melihat orang lain. Mereka yang mengalami kegemukan pada usia 30 tahun keatas. Saya berpikir apakah mereka sanggup turunin beratย  badan dengan olah raga. Kalau anak muda, okelah. Tapi kalau orang yang sudah tua, sungguh sangat susah juga nurunin berat badan dengan olah raga.

Pemikiran kayak gini sih sebenarnya saya dapat dari teman dekat dan dekat kali ๐Ÿ˜‰ alias p***r, dulu. Ia pernah saranin dan selalu bilang untuk jaga pola makan biar tidak gemuk. Karena, katanya, kalau sudah gemuk, untuk turunin belum tentu sanggup, apalagi nanti kalau sudah berumur. Masuk akal juga saya pikir.

Mengenai berat badan, sebenarnya saya nggak mau ambil pusing. Karena bagi saya, sukanya ya alami aja, gitu. Tubuh saya sering naik berat badannya. Kadang juga turun. Pokoknya naik-turun. Jadi, saya tidak terlalu mempersoalkannya, sih.

Ilustrasi orang gendut.

Good bye, Ramadhan

Ramadhan 2012

Lebaran dan puasa ramadhan baru saja selesai. Namun, perasaan sedih sangat benar-benar terasa. Terlalu banyak hal, sangat banyak bahkan, ibadah-ibadah yang belum saya lakukan di bulan itu. Bahkan banyak juga shalawat tarawih yang bolong.

Entah kenapa Ramadhan kali ini benar-benar aneh bagi saya. Ibadah sulukpun tidak sempat lagi. Yang bisanya saya ikut sperti waktu yang lalu. Dan baru tersadar ketika pas mau dekat dengan lebaran. Terasa sekali seperti melewati satu tempat, yang seharusnya saya mengambil sesuatu, tapi tidak sempat. Harapan besar dan doa saya selalu semoga bisa berjumpa dengan Next ramadhan.

Sepertinya, kalau boleh jujur, saya lebih nyaman bila melaksanakan ibadah ramadhan di Banda Aceh, dari pada di kampung halaman. Jarang sekali saya pulkam (pulang kampung) lebih awal. Hanya kali ini saja lebih awal pulkam. Karena waktu itu, adik saya, ichsan, pergi ke Banda Aceh bawa mobil, pas pulang, ya ikut ajalah sekalia pakek mobil.

Kebosanan adalah hal yang sangat menyiksa saya di kampung. Di sana benar2 bosan kalau udh lewat 3 hari, biasanya. Mungkin itulah penyebabnya saya jarang dan malas pulkam tanpa ada alasan. Sementara,kangen, adalah belum bisa menjadi alasan yang kuat yang membuat saya pulkam.

Anehnya, dan memang sangat aneh juga bagi saya, adalah sikap saya. Untuk berangkat, berangkat pulang ataupun balik, ada rasa malas dalam dirinya. Benar2 sangat malas untuk bersiap-siap berangkat. Sangat-sangat malas sebenarnya. Kalau sudah pulkam pun, malas juga balik ke Banda Aceh.

Mungkin begitulah karakter orang dalam perauntauan.