Ada cinta, ada obsesi

harta, tahta dan wanita

Disaat waktu yang terus berjalan, terkadang, tidak bisa dipungkiri kepala ini masih terasa ada namamu. Padahal, kalau saya buka ini kepala dan lihat kedalam, sungguh kosong tanpa ada bekas jejak yang tersisa. Namun, karena saya bukanlah pemaksa yang punya kekuasaan untuk membolak balikkan hatimu, maka apapun cerita, harus move on.

Hampir 2 tahun telah berlalu dengan kepergianmu. Namun, entah kenapa saya masih pada posisi sendiri. Tanpa bisa dipungkiri, hati ini membutuhkan seseorang. Kalimat yang sedikit lebay, mungkin. Hehehe😀

Saya teringat sebuah film indonesia yang berjudul, “Bahwa Cinta itu ada”. Kalo gak salah itulah judulnya. Pernah ada kalimat di film tersebut, “ada cinta, ada obsesi”. Sebenarnya, betul sangat itu kalimat, menurut saya. Ada satu ambisi besar untuk terus hidup, untuk terus berjuang menjadi yang terbaik dalam hidup. Karena ada rasa tanggu jawab dalam cinta. Ada cita-cita dan harapan yang harus diperjuangkan. Apalagi bagi yang sudah berkeluarga. Maka, wajar saja kesuksesan dan kemandirian itu lahir setelah berkeluarga. Itu yang saya lihat dari beberapa orang yang saya kenal dan dekat dengan saya.

Pernah beberapa teman ngobrol di warung kopi, bahwa dengan menikah segera, maka lebih baik. Dan kenyataan yang saya lihat juga begitu. Bahkan di dukung pula oleh salah satu hadis yang pernah saya dapat. Saya lupa matan hadisnya, yang maksudnya adalah jangan takut menikah karena Allah akan memberikan kecukupan.

Sebenarnya, tulisan ini tidak bisa dijadikan sebagai nasehat yang baik. Sungguhpun, itu benar adanya. Karena saya juga masih lajang. Hehehe😀 Tapi mungkin karena terlalu banyak hal yang sudah saya dengar dari berbagai orang, sehingga terlalu banyak hal yang masuk ke kepala saya. Bisa saja itu disebabkan dengan pergaulan saya, dimana teman-teman saya rata-rata lebih tua dari saya, serta pula mereka banyak yang sudah berkeluarga.

Saya masih teringat, sewaktu saya masih menjadi penyiar di radio Antero FM, ulee kareng, banda aceh, pernah pula saya disuruh bawain program dewasa. Acara tengah malam itu lebih banyak mendengar unek-unek dan keluh kesah pasangan. Berbagai macamlah yang saya dengar. Mulai dari orang pacaran yang punya masalah (kebanyakan), sampai bahwkan ada pertengkaran karena salah satunya mendengar, ada pula rekonsiliasi. Lebih ibarat seperti Antasari aja saya waktu itu. Jadi penengah masalah orang ditengah malam.

Sewaktu jadi penyiar dan pembaca berita di Radio Antero FM

Kembali lagi ke judul. Hampir lupa pula judulnya. Hehehe😀

Kita bisa lihat kembali kisah-kisah orang sukses. Penguasa sukses, sepeti Hitler, BJ. Habibie, presiden kita. Dahlan Iskan, Deddy Corbuzier dan masih banyak lagi. Kebanyakan orang sukses adalah pecinta yang baik (pendapat saya, ya?). Karena sudah pasti ada wanita, sang pecinta, yang baik dibelakangnya.

Manta presiden BJ habibi dan Ibu Ainun

Sebenarnya, ini pendapat sering juga kita dengar dari para penceramah. Bahwa ada 3 hal yang bisa meghancurkan/ataupun menjadi lebih baik seorang pria, yaitu harta, tahta, wanita. 3 akhiran “ta” inilah yang menjadi pengaruh bagi pria. Namun, kebanyakan orang melihat seolah-olah 3 hal itu berpengaruh negatih. Sementara saya pribadi, 3 hal tersebut tidak hanya pengaruh negatif tapi juga positif. Tergatung orang bagaimana perlakukan tripel “ta” ini. Wallahualam.

Antasari Azhar, tersangka korupsi

2 thoughts on “Ada cinta, ada obsesi”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s