Escape (melarikan diri) dengan alasan sakit

Semenjak saya mulai sakit pada hari minggu pagi kemarin, saya benar-benar mengurungkan diri di rumah. Semua aktivitas dan janji terpaksa saya cancel. Saya juga tidak sempat membuka facebook dan juga trading forex. Konsentrasi benar-benar pecah.

Ketika kejadian tubuh kayak ini, saya, alhamdulilah, sudah tahu apa yang harus dilakukan. Biasanya akibat sudah tahupun di awal. Lazimnya diakibatkan karena kurang istirahat. Sering sekali kalau tidur tidak sampai 8 jam selama sehari semalam, maka saya langsung drop. Memang benar, malam, kadang tidur jam 2 pagi. Kalau ini kejadian, saya harus tidur lagi baik setelah shalat subuh ataupun nanti siang. Harus genap 7 atau 8 jam. Kalau 2 hari lebih tidak cukup tidur, biasanya langsung drop.

Karena sudah mengenal keadaan tubuh sendiri , kalau ini terjadi, harus segera istrahat. Istirahat total. Seperti biasa, saya mesti minum air putih yang banyak. Biasanya sih, bawa masuk langsung ke kamar pake tempat botol air yang besar. Dan harus hangat. Disamping itu, saya biasa minum obat Paratusin. Sengaja minum itu obat disaat ingin tidur malam. Alasannya, itu obat bisa membuat ngantuk terus. 2 atau 3 hari biasanya sudah sembuh. Tanpa minum yang lain-lain. Serta istirahat total.

Paratusin

Waktu itu, saya masih teringat, di hari pertama sakit, si bos nelpon untuk masuk ngajar. Pertama saya jawab oke insylah karena ia juga benar-benar minta bantuan walau saya juga bilang sedang sakit. Terus katanya biar ia ‘tawa’ jarak jauh. Tahu khan apa itu ‘tawa’? itu adalah pengobatan dengan membaca doa. Bisa jarak dekat atau kalau orang punya kemampuan lebih, ia bisa melakukan jarak jauh. Ada juga menggunakan media air. Nah, rupanya ketika sudah mulai sore, setelah shalat ashar, saya benar-benar tidak sanggup. Akhirnya, saya telpon balik dan bilang sorry.

Nah, hari kedua, tepatnya hari senin, saya juga ditelpon lagi sama sekretarisnya. Waktu itu saya bilang lagi masih belum bisa masuk. Kata “sorry” keluar lagi dari mulut. Terus, ia nanyak kapan bisa. Saya waktu itu udah mulai kesal juga. Karena lagi keadaan sakit. Dengan sabar saya jawab, “belum tau, kak. Kita liat nanti kalau udah sembuh. Sorry”.

Pernah, yang membuat saya kesal dan benci adalah ketika meninggal nenek saya. Waktu itu adalah hari ke-10 meninggal. Biasanya, di hari itu juga ada acara berdoa dan kenduri. Saya juga bantu-bantu acaranya. Tiba-tiba, si bos nelpon, dan kebetulan HP saya, saya letakkan di kursi. Sementara saya ada di dapur. HP berdering dan paman saya yang mengangkat, karena beberapa kali sudah berdering. Ketika ia angkat, langsung dibentak-bentak, dan ia nanya kenapa lama sekali balik ke Banda Aceh. Waktu itu, paman saya jawab, “ini hari ke-10 meninggal nenek rahmat dan sedang ada kenduri dan doa”. Tapi, si bos bentak-bentak terus. Paman saya dengan kesalnya bilang, “Ini bukan rahmat, ini pamannya, ngomong aja sama rahmat”. Terus, paman kasih HP ke saya, dan saya ngomong sama si bos. Ia tanya kapan pulang, kenapa lama, dan sebagainnya. Walau saya menggunakan alasan lagi ada doa dan kenduri hari ke-10, tidak juga bisa diterima dan ia bilang bahwa itu bisa dikerjakan oleh orang lain yang ada di situ. Biar tidak bertengkar lewat HP, saya bilang, iya, iya, iya,oke. Setelah saya tutup telpon, paman saya lansung bilang dengan kesal, “itu bos kamu? Kok gitu? Suruh aja dia yang ngajar”. Kejadian inilah yang menjadi alasan saya buka tempat kursus sendiri. Dan alhamdulah sekarang sudah jalan.

Oke, kembali lagi ke topik awal. J Hari ke-3, saya juga ditelpon lagi. Waktu itu saya tidak mengangkatnya. Sampai ada lebih kurang 10 kali. Hari berikutnya, saya langsung menonaktifkan HP mulai dari pagi sampai mangrib. Besoknya begitu lagi. Malam hari, baru saya hidupkan lagi. Kadang, siang hari Cuma satu jam sekali saya hidupin HP.

Hari ke-3, 4 dan seterusnya, sebenarnya itu lagi masa penyembuhan. Walaupun begitu, saya benar-benar menikmati. Itulah cara saya menikmati kesendirian. Dan setiap orang mesti, dan harus punya waktu untuk diri sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s