Tim Inti versus Democrazy

image
Tim Inti (dewan syuro) Aceh Forex Community sedang berdiskusi

Saya bukanlah orang yang sangat anti pada demokrasi. Demokrasi bukan satu-satunya sistem yang wajib dianut oleh banyak pihak. Bukanlah berarti karena negara ini mengimplementasikan demoksrasi makanya kita juga harus ikut-ikutan. Boleh juga dong kita punya sistem sendiri dalam menjalankan sebuah organisasi atau perkumpulan. Saya sering bilang kepada adik saya di rumah tentang analogi semacam ini; Budaya dan tradisi Aceh itu bagus tapi tidak semuanya bagus. Begitupula budaya dan tradisi western juga tidak semuaya jelek. Artinya, ada hal-hal yang tidak bagus dalam budaya kita untuk ditinggalkan dan ada pula hal lain yang bagus pada budaya orang lain yang bisa kita pakai.

Dalam demokrasi ada istilah “suara rakyat adalah suara tuhan” atau istilah lain “suara terbanyak adalah suara tuhan”. Makanya jalan terakhir pada setiap tindakan dalam mengambil kepeutusan adalah digunakannya voting. Keputusan bergantung pada suara terbanyak. Bila suara terbanyak setuju pada sebuah pilihan kepitusa yanag bakalan diambil, maka keputusan bedasarkan itulah yang dipakai. Yang disayangkan adalah ketika ada suara/pendapat orang lain yang memang sangat kreatif, bagus, cerdas dan mantrap atau bahkan pendapat seorang ulama, namun karena proses keputusan berdasarkan suara terbanyak, maka pendapatnya tidak terpakai.

Nah, bagaimana dengan tim inti?. Tim inti sering disebut dengan nama lain adalah tim sembilan atau ada yang menyebutkan dewan syuro. Nah, orang-orang di tim ini adalah orang yang punya komitmen besar dan penggerak awal sebuah pergerakan, organisasi atau club. Mereka ini tau mau kemana dibawa organisai yang dibentuk tersebut dan apa tujuannya. Setiap periode boleh diganti pimpinannya organisasi tersebut, tapi tetap aturannya harus patus pada tujuan kebijakan yang diambil oleh tim inti. Bila ada aspirasi atau pendapat bagus terhadap organisai tersebut, maka untuk mengambi keputusan selalu dibicarakan dalam tim inti. Jadi, si pemimpin organisasi tidak melempar masalah ke semua anggota atau melalukan voting semua anggota. Tapi, si pemimpin adalah menerima dan mencari masalah apa yang ada di organisasi dan selanjutnya dibawa ke tim inti untuk dipecahkan. Keputusan hasil musyawarah tim inti akan dipublish dan dijalankan bersama semua anggota.

Tim inti terdiri dari beberapa orang saja. Tidak melibatkan semua anggota perkumpulan. Seperti Aceh Forex Community yang saya dan teman saya bentuk, tim inti terdiri hanya lebih kurang 6 atau 7 orang saja. Padahal anggotanya sudah melebihi seratus orang. Alhamdulillah, saat ini komonitas kami ini sudah masuk umur 2 tahun.

Saya sangat menganjurkan sistem Tim Inti ini dibentuk pada perkumpulan seperti klub atau komunitas dan bahkan partai sekalipun. Alangkah sangat bagus sekali dibentuk pada saat awal-awalnya perkumpulan itu masih pada tahun-tahun pertama. Sehingga mudah terkontrol, arahnya sesuai seperti yang diinginkan diawal. Inilah yang saya lakukan disetiap perkumpulan yang saya bentuk dengan teman-teman. Bahkan organisasi profitpun juga dibutuhkan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s