Dinikmati Itu Nikmat

image
One of my turbans

Di setiap doa yang dipanjatkan, terhitung jumlah bilangan permintaan pada sang khalik. Namun, sadar tidak sadar, kita jarang sekali tersadarkan bahwa nikmat itu sudah selalu ada dan tak pernah terhitungkan. Allah swt bilang, “seandainya ummatku menjadikan seluruh ranting pohon di dunia ini sebagai pena, dan seluruh air laut sebagai tinta, sungguh tidak sanggup menulis nikmatku”. Kalimat ini sering sekali kita ucapkan pada pindato muhadharah setiap malam jum’at di dayah biasanya.

Continue reading Dinikmati Itu Nikmat

Advertisements

Shalat sendiri lagi

image
Kamarku adalah surgaku 🙂

Selama beberapa hari ini banyak sekali acara bukber. Efek sampingnya tidak jama’ah. Sebenarya bisa saja sih ikut jama’ah. Cuma kalau masbuk, terasa nggak seru gitu. Kayak nggak serius. Ada sih teman-teman ajak shalat di tempat lain setelah bukber. Tapi yaaa mau gimana karena udah nyaman di tempat sendiri. Walau ngotot juga pulang dan kejar bisa jama’ah di tempat sendiri, tetap juga telat.
Continue reading Shalat sendiri lagi

Ilmu laduni, Wahdatul Wujud dan Dunia Tasawuf

image
Acara bedah buku Wahdatul Wujud di D'Rodya Cafe

Kemarin saya dan beberapa teman menghadiri salah satu acara bedah buku. Buku yang dibedah adalah “Wahdatul Wujud” karangan bang Kamaruzzaman Bustamam Ahmad a.k.a. KBA. Pembahasannya sangat seru sekali. Karena ini juga pertama kali di Aceh ada yang membahas tentang itu setelah kejadian pembunuhan Syeikh Hamzah Fansuri zaman dulu. Bagi saya, membaca judulnya saja, sudah sedikit terlalu berani bang KBA menulis topik ini.
Continue reading Ilmu laduni, Wahdatul Wujud dan Dunia Tasawuf

Nembak lagi & nembak lagi

image
Berkas nembak USK

Setelah menikmati masa muda untuk sesaat *memangnya sudah tua?* setelah selesai S1, kini disadarkan pada keadaan jadi mahasiswa lagi. Iya, beneran jadi mahasiswa lagi. Yang suka tawuran itu, suka demo-demo, suka sibuk aktivitas gitu. Mmmm… oh tuhan. Kenapa saya seolah seperti nyaman di posisi saat ini yang seperti ini ya? Mungkin lagi berada di comfort zone kali ya?
Continue reading Nembak lagi & nembak lagi