Antara Deadline Beasiswa, Sekolah Riset dan Agenda Ramadhan.

image

Sebenarnya formulir untuk beasiswa Australia Award Scholarship sudah selesai. Mulai dari awal sampai akhir. Namun, rupanya tetap juga harus di edit, diedit, dan diedit lagi. Biar sempurna sesempurna mungkin. Karena saya tidak pernah percaya dengan jargon “tidak ada yang sempurna”. Bagi saya, kesempurnaan itu selalu ada.


Oke, baiklah. Postingan ini bukanlah postingan abal-abalan saya. Hahaha🙂 Sebelum masuk ke agenda yang yang harus diselesaikan secara adat, Saya ingin share sedikit tentang masa-masa mengisi beasiswa ini di bulan puasa.

Memang benar kata teman-teman yang sudah merasakan pengalaman mendapatkan beasiswa. Katanya si pelamar harus benar-benar punya persiapan jauh-jauh hari. Harus tahu kapan beasiswa itu di buka. Sebelum dibukapun, si pelamar harus sudah lengkap dengan berbagai persiapan. Mulai dari pemilihan jurusan, universitas. Begitupula dengan berbagai argumen kenapa harus mengambil jurusan tersebut, kenapa harus negara tersebut dan banyak lagi tetek bengeknya.

Belum lagi kemampuan bahasa inggris yang jadi momok bagi banyak orang. Banyak yang terkejut pada syarat awal harus mendapakan nilai TOEFl atau IELTS tertentu. Padahal kalau mau, seperti yang saya bilang di paragraf sebelumnya, bahwa sebelum beasiswa itu dibuka, si pelamar harus sudah dapat nilai bahasa inggris tersebut sesuai dengan syaratnya. Jadi, ketika beasiswanya dibuka, si pelamar tinggal mendaftar dan mengisi formulirnya. Mengisi formulir membutuhkan banyak waktu dan banyak fokus. Si pelamar harus selalu mengeditnya untuk mendapatkan aplikasi yang sempurna. Di sinilah waktu dan energy terkuras. Maka, kalau untuk masalah kemampuan bahasa, haru sudah jauh-jauh hari dipersiapkan. Seperti TOEFL atau IELTS, harus sudah siap sebelum dibuka beasiswa tersebut. Sehingga nantinya si pelamar tinggal fokus pada penyempurnaan aplikasi saja.

Nah, inilah yang sedang saya lakukan sekarang. Walau awal Ramadhan, tapi saya harus bertanya pada banyak orang, berdiskusi dengan teman.teman. edit lagi, edit lagi. Kelengkapan berkas, insha Allah sudah siap semuanya. Aplikasi juga sudah beberapa kali edit. Namun, sebelum saya kirim, aplikasi saya harus saya diskusikan lagi dan dicek sama teman yang sudah berpengalaman. Sementara deadline untuk beasiswa, yang dulunyan dikenal dengan sebutan beasiswa ADS, tinggal beberapa hari lagi, yaitu tanggal 19. Jadi, minimal 7 atau 5 hari sebelumnya harus sudah saya kirim terus.

image

Sementara itu, dalam bulan ini banyak sekali ada beberapa jadwal yang bentrok. Saya sebenarnya sudah men set serapi mungkin jauh-jaih hari sebelummya. Saya harus sudah mengirim aplikasi beasiswa sebelum Ramadhan. Namun, belum selesai juga. Saya sudah jadwalkan bisa ikut kegiatan spritual saya di Dayah, tapi belum bisa juga karena bentrok belum selesai yang lain. Tambah lagi bentrok dengan jadwal Sekolah Riset yang saya ikuti masih berlangsung juga di bulan Ramadhan ini.

Namun demikian saya berharap bisa kelar semuanya dan terpenuhi semua agenda. Rencana saya:

#1. Kalau pengiriman berkas beasiswa selesai, tinggal pikirin Sekolah Riset.

#2. Berharap sekali jadwal Sekolah Riset bisa off di bulan puasa ini. Setidaknya 15 atau 13 hari terakhir Ramadhan. Mungkin saya harus nego-nego lagi dengan panitianya.

#3. Kalau semua agenda sesuai dengan planning, jadi saya bisa masuk Dayah minmal sekali bisa ambil untuk 10 hari terakhir Ramadhan. Walau sebenarnya target saya bisa ambil untuk yang 30 hari. Berharap sekali.

image

Semoga semuanya lancar. Amin.

Jadi, kesimpulannya bikinlah rencana sematang mungkin. Recana yang sudah matang saja bisa amburadul terkadang, apalagi tanpa ada perencanaan yang matang.

2 thoughts on “Antara Deadline Beasiswa, Sekolah Riset dan Agenda Ramadhan.”

  1. Amiin, smga sukses.
    Saya jga ingn blajar lbh bnyak lgi, untk saat ne saya blajar bhasa inggrs n udh brjaln 2 blan. Meskipun saya blum menyusun skripsi saya, dalam bnak saya stdaknya ktika ad wkt luang ya perbnyak blajr.
    Btw bleh tw gak cra brother untk mengasah b.inggris, mklum msh lmah dlm bhasa.
    thanks

    1. Iya…. mksh brader🙂

      R dlu blajar bhsa inggris scra otodidak (belajar sendiri tanpa guru) ketika masih remaja. Trus pas kuliah milihnya bhs inggris jg..🙂 Klo mnurut R, klo mau blajar apapun bknlah pd hebatnya sang guru atau hebatnya metode dan tempat blajar, tp pada 3 hal:

      1. Sacrifice your time(pengorbanan waktu). Klo gk punya wkt untk bljar sndiri, ya prcuma gk ada jaminan bisa.

      2. Sacrifice your energy (pengorbanan tenaga). Secapek apapun aktivitas, harus tetap simpan energi untuk belajar sndiri. Klo capek kali pulng kerja n gk snggup bljar lg sndiri, mka dijamin gk prnah bsa.

      3. Sacrife your money(pengorbanan uang). Investasikan uang pada berbagai media belajar. Termasuk kursus.

      Klo 3 itu ada, tinggal tambh disiplin, insyllh bisa brader🙂
      Krn yg udh2 seperti itu mereka bisa🙂

      Mksh udh kunjng k tmpt yg sderhana ini.. hehe🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s