3 Skill Wajib Para Perantau Cowok

image
Suasana di tempat pangkas bang Syukur, Lambaro Skep.

Gambar di atas saya ambil ketika berkunjung ke tempat pangkas seorang sahabat kemarin sore. Suasana yang sangat mengasyikkan terjadi saat itu. Saya melihat seoaran bapak dan istrinya membawa anak mereka yang masih kecil untuk dipangkas rambutnya.
Dengan susah payah si bapak dan si ibu membujuk anaknya. Tidak semua anak kecil mau dipangkas rambutnya. Mereka akan melawan dan menangis. Walau ada juga yang hanya diam saja. Tapi jarang terjadi. Dengan berbagai jurus dari si Bapak, akhirnya selesai juga anaknya dipangkas rambutnya dengan duduk dikurai biasa, bukan kursi pangkas. Mungkin ia takut. Kemudian giliran si abang, anak mereka yang baru dijemput dari TPA. Si abang memang tidak seperti adeknya yang kecil. Cuma dia keberatan kalau rambutnya dipotong terlalu pendek. Ia sama seperti saya kecil dulu. Susah sekali orang tua saya menyuruh pangkas rambut. Saya lebih suka rambutnya panjang, tidak mau dipangkas. Jadi, kalau melihat foto-foto saya sewaktu kecil dulu, banyak foto yang terlihat rambut saya panjang.

Setelah fokus sama apa yang terjadi di sana, saya memperhatikan sahabat saya yang telatennya melayani pengunjungnya. Ini mengingatkan saya pada nasehat ummi. Ia mengatakan bahwa, “cowok itu harus punya 3 skill khusus, terutama saat merantau jauh dari kampung halaman”. 3 skill tersebut adalah:

1. Harus bisa pangkas rambut.

Dari keluarga jalur ummi ataupun abi, banyak yang bisa pangkas rambut. Mereka punya skill dibidang itu. Tapi, tidak dengan saya. Mungkin saya juga harus belajar. Hehe🙂 Ada salah satu paman saya. Ketika merantau, ia memang benar-benar belajar pangkas di tempat pangkas rambut. Sampai kemudian, ia membuka tempat pangkas rambut sendiri. Walau ia seorang PNS (kata orang: purwo ningsih soro), ia telah memiliki kedai pangkas yang memperkerjakan orang lain. Pulang dari mengajar, ia sering ke sana.

2. Harus bisa menjahit.

Saya ingar salah satu tetangga saya ketika masih tinggal di komplek perumahan kajhu. Rumahnya tepat bersebelahan dengan rumah saya. Mereka adalah tetangga yang baik. Pak Din, saya memanggilnya. Ia memang ahli bidang jahit menjahit dan juga berkerja di tempat jahit pakaian. Selain itu, ia juga menerima order menjahit di rumah. Dengan profesi itu, ia mampu menghidupi keluarganya. Menyekolahkan anak-anaknya yang berjumlah 4 orang. Bahkan salah satu anaknya juga menjahit. Sering ia bantu ayahnya menjahit. Tapi, minta maaf, untuk skill yang saru ini belum saya kuasai. Bila ada pakaian yang robek, terpaksa suruh ummi atau adek yang jahit. Hehehe🙂 *kejam ya? Hehe🙂

3. Harus bisa nyetir.
Nah, yang terakhir ini yang saya bisa. Walau saya tidak memiliki SIM mobil, sih. Hehe🙂 *bukan warga negara yang baik. Jangan dicontoh. Hehe🙂 Yaa, ngapain bikin SIM kalau cuma mengemudinya di kampung dan tidak pergi jauh-jauh. Paling ke kota Idi atau ke Perlak paling. Ya, mungkin nantilah saya harus bikin SIM. Untuk skill yang satu ini, saya iri sama adek saya yang cowok. Duluan dia bisa dari pada saya. Dia pula yang ngajarin saya dulu. Hehehe🙂 Dikalahin sama adek sendiri itu rasanya sedikit jatuh gengsinya. Hehe🙂

Dari tiga skill tersebut adalah skill dasar yang memang harus bisa. Tidaklah mesti jadi profesi di skill tersebut. Tapi, harus dikuasai, minimal satu. Kita tidak tahu kapan skill itu penting. Namun, bila keadaan sulit dan buth skill tersebut, maka kita sudah bisa. Contohnya seperti nyetir. Bila keadaan darurar harus membawa orang sakit ke rumah sakit dan tidak ada supirnya, maka kita bisa turun tangan.

Baiklah, semoga postingan ini bisa mengigatkan saya akan pesan ummi. Terutama nanti kapan-kapan saya buka lagi bacaan ini.

3 thoughts on “3 Skill Wajib Para Perantau Cowok”

  1. Saya seorang perantau perempuan, saya di Bali merantau lho…
    dan saya tidak bisa semua skill di atas, ha ha ha

    Suami saya sering ngledekin kalau saya bilang mau beli mobil buat diri saya sendiri katanya tetap Mas yang setir😀

    Akan tetapi skill itu emang harus punya di manapun berada kalau ingin survive.

    Tetapi, pekerjaan paling menyenangkan adalah berniaga alias jualan, saya meski di kantor kerjaannya kejar target buat jualan di rumah pas nyante juga jualan meski hanya lewat HP sambil tiduran. Jadi, apapun kata orang tua saat bilang kamu harus punya skill yaitu benar….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s