Kun, fayakun: terbentuklah tahfizh club

Semenjak saya mulai menghafal Al-qur’an, saya sudah mulai mencari-cari pembimbing yang bisa membimbing saya secara privat. Ada beberapa referensi dari beberapa teman, namun satupun belum teralisasikan. Dengan berbagai excuse dari mereka yang ingin mempertemukan saya. But, I just try to keep going on my track.

image
Salah satu hafalan di dinding kamar

Setelah ada teman yang punya interesting yang sama, maka ia pun sepakat untuk membuat jadwal saling setor ayat. Gayungpun bersambut, finally terbentuklah tahfizh club dengan hanya 2 orang. Kemudian terus ada yang ingin gabung. Alhamdulillah. We just welcome.
However, we have decided a schedule that can’t be changed anymore. We meet 3 times a week. Each Saturday magrib, Monday ashar, and Wednesday ashar. Jadi, bila ada yang ingin join, kami selalu bilang untuk mengikuti jadwal tersebut. Bila mereka tidak bisa, maka boleh bikin club sendiri. Kalau belum tahu caranya, boleh meng’copy-paste’ cara kami.

Di luar dugaan, rupanya ada juga kaum hawa yang ingin ikut. It’s weird, I think. Jadi, kita putuskan biar kaum hawa bikin saja sendiri dengan teman-temannya.

Setiap meeting, kami saling setor hafalannya. Hafalan tersebut bebas tergantung apa yang ingin dihafal. Apakah juzamma saja, atau langsung mulai dari Al-baqarah. Ketika setoran ayat berlangsung, maka harus disimak dan ditandai di mana ada yang salah atau ketinggalan. Kemudian menjelaskannya dan memperbaikinya. Dilanjutkan dengan sambung ayat. Salah satu membaca 1 ayat dan yang mendengar menyambung ayat tersebut. It’s so challenging. Awesome!🙂

NOTE:
Maaf kepada pembaca setiap blog homehay ini. Charger tablet rusak selama lebih kurang 2 minggu. Nulis pakek laptop, it’s kinda lazy gitu. Sementara kalau pakek tablet, bisa sambil tidur dan ide mengalir terus dengan derasnya. Hehe🙂 Namun, sekarang sudah teratasi, alhamdulillah🙂

3 thoughts on “Kun, fayakun: terbentuklah tahfizh club”

  1. Sejak dulu saya sudah berinisiatif buat tahfizh klub krna sejak masuk kuliah kami sdh tdk smpt setor hfln lagi ke dayah.. tapi smpe saat ini tdk ada respon bgus dari kwn2 (asumsi saya mungkin karena sesama teman jd mgkn agak canggung) akibatnya krna “peteun gengsi” itu jadi byk hfln yg lupa..hehe.. Klo di Banda Aceh ust tahfizh nya byk sih.. cuma tinggal di Dayah.. klo yg gk di dayah.. tnggalnya agak jauh ke pelosok

    1. Klo bro ada di Banda Aceh, kita boleh sama2 ngejalaninnya. Saya sama teman-teman sudah melakukannya pelan-pelan.🙂 coba add facebook R, n kita bisa diskusi panjang lagi klo mau…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s