Mengenal Orang Baru

image
My clasmate

Untuk mengenal orang-orang, terkadang butuh berbagai pendekatan. Hal yang wajar pastinya. Tidak pula dalam waktu sekejap, kita bisa mengenal dengan mudah. Sebagaian mudah ditebak karakter mereka, sebagian yang lain sulit untuk menilai personalitynya hanya dengan waktu yang singkat. Nah, itu pula yang terjadi dalam lingkungan baru.

Bagi saya, merupakan sebuah aktivitas menyenangkan bisa berjumpa dengan banyak orang-orang baru. Karena sudah pasti mereka punya banyak hal yang berbeda. Pekerjaan yang berbeda, umur berbeda, sikap dan latar belakang yang berbeda pula. Itulah yang menarik. Tapi tidak bagi setiap orang punya opini yang sama dengan saya dalam hal berjumpa dengan orang-orang baru.

image
Perbedaan itu tetap ada diantara mereka

Ada sebagian teman-teman saya, mereka tidak tertarik bahkan menghindari orang-orang baru. Mereka mencoba menutup diri. Menghindari berkenalan, menghindari didekatin, menghindari menjawab dan merespon pertanyaan. Saya tidak ingin mengatakan bahwa sikap tersebut tidak bagus. Mungkin mereka punya alasan dan kondisi yang membuat mereka menghindari orang baru.

Bagi saya, saya memegang salah satu kalimat yang diucapkan oleh Rasulullah, “Silaturrahmi bisa memanjangkan umur dan mendatangkan rezeki”. Mungkin kalimat tersebut tidak ada hubungannya. Tapi saya bisa mengaitkannya.

Dengan adanya relasi dengan banyak orang, bagi saya, itu adalah network. Kita tidak pernah tahu kapan kita butuh mereka dan kita juga tidak pernah tahu kapan mereka butuh kita. Inilah yang disebut peluang dari network yang kita bangun. Ketika suatu saat, saya membutuhkan saya membutuhkan skill atau tenaga yang saya tidak punya, maka saya bisa meminta orang yang saya kenal. Mereka juga terbantu mendapatkan kesempatan kerja dari yang saya berikan. Dan otomatis, saya tidak akan merekomendasikan atau mengajak menjadi partner bisnis dengan orang yang tidak saya kenal. Begitu pula sebaliknya.

Selain itu, saya juga join beberapa komunitas. Yang pastinya bukanlah komunitas yang hanya untuk main-main dan menghaburkan uang. Tetapi komunitas yang berhubungan dengan beberapa target dalam Dream book saya. Artinya, sudah diawal-awal saya mempersiapkan segalanya sebelum impian itu terwujud satu-persatu.

Saya teringat apa yang diucapkan oleh Agnes Monica, my inspiration person, “Sukses adalah intersection point antara persiapan dan kesempatan”. Kalimat inilah yang sering saya tulis di beberapa tempat. Videonya juga sering saya putar berulang-ulang.

Saya sering bilang juga pada adik saya yang cewek. Pas waktu itu, ia ingin ikut debat bahasa inggris. Ia minta izin ke saya. Trus, saya izinin. Ia minta dipersiapkan dan dilatih hanya beberapa hari. “Kemarin-kemarin kamu kemana? Sekarang pas tiba-tiba ada kompetisi baru belajar”. Karena beberapa kali saya ajak dia ikut english club, ia tidak mau. Katanya malas, capek, etc (ek ti cak).🙂 Itulah pentingnya persiapan jauh-jauh hari.

Kok, saya sudah lain ya ceritanya. Sebenarnya mau ngomongin tentang mengenal orang-oranga baru. Tapi ini sudah lari dari judul. Hehehe🙂

Oke, baiklah. Sebenarnya intinya adalah mengenal orang-orang baru itu baik dan tidak dosa kok. Hehehe🙂

Oya, pernah, lho. Di beberapa tempat saya mencoba untuk membuka diri dan mengenal mereka. Beberapa dari mereka seolah menghindari. Terutama cewek. Itu yang tidak habis pikir (achenese style). Apakah mungkin mereka berpikir seolah-olah saya ini mengerikan? Menakutkan? Atau seolah-olah mereka berpikir kalau saya akan ‘nembak’ sementara mereka tidak siap dan sudah ada yang punya? . What the hell, guys? This kinda attitute that I never get it and never like it. Ooo… c’mon.

Bagi saya, relasi itu punya batas. Sangat saya jaga hal yang beginian. Antara siswa dan teacher, ya sebatas itu saja walau saya terkadang bercanda dan sangat dekat. Antara teman kerja, ya itu saja. Saya tidak mau lebih. Saya tidak tahu apa yang mereka pikirkan. Karena kadang mereka bersikap dingin dan tertutup, padahal tujuan kita hanya membina hubungan sebatas teman kantor saja, atau lainnya. Huhff!! : -(

However, saya tetap bersikap positif saja. Niat diluruskan, dan kebaikan tetap jalan. Satu kalimat dari mentor bisnis saya, “walau orang tidak menerima kebaikan kita, tetap kebaikan tersebut tidak boleh hilang hanya gara-gara tidak yang menerima”. This is what I always remember.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s