Jangan menampar wanita

image
Karena wanita butuh cinta

Ada banyak pelajaran di setiap langkah kehidupan anak manusia. Ada juga belajaran besar di setiap kesalahan mereka. Ini bukanlah nasehat dari seorang yang ahli memberikan nasehat. Ini hanyalah pelajaran bagi saya sendiri. Pelajaran yang saya ambil dari seorang teman. Dalam kisah ini, saya akan memberikan nama samaran saja.
Sebut saja namanya adalah Andi. Ia adalah salah seorang pengusahan sukses. Ia sudah mempunyai istri yang sudah diceraikannya, namanya Diana. Ia juga memiliki seorang putri, namanya intan.

Saya sudah mengenal Andi ini sebagai orang yang dihormati dan juga cerdas dalam mengatur bisnisnya. Awal-awal mengenalnya, saya menjadikan dia sebagai guru dalam urusan bisnis. Saya juga sudah mendengar bahwa Andi ini telah menceraikan istrinya. Namun, saya tidak pernah bertanya atau membahas apapun masalah pribadinya. Prinsip saya, yang sampai saat ini saya pegang adalah “Bila saya masuk atau ingin tahu masalah pribadi orang lain, maka suatu saat saya juga harus melakukan hal yang sama dengan mengizinkan orang lain masuk pada masalah pribadi saya”. Jadi, saya sekedar tahu saja. Saya menghindari untuk tahu lebih jauh. Dengar-dengar, ia cekcok dengan Diana. Sampai kemudian mereka cerai dan bagi harta. Di sini, yang sangat disayangkan adalah Intan, anaknya yang sekarang sudah masuk ke perguruan tinggi ternama di kota tempat mereka tinggal

Sekarang, Andi sudah punya kehidupan baru. Ia married dengan salah seorang karyawannya, bernama Eka. Eka ini yang saya kenal adalah orang yang baik dan sangat sabar. Enak diajak ngobrol juga dan sangat ramah. Eka juga mampu menjaga hubungan baik dengan Intan, sebagai anak tirinya.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya berkenalan dengan Sofia yang menjadi karyawan baru di perusahaan Andi. Sofia, dulunya, berkerja di salah satu LSM perempuan. Nah, suatu ketika, saya, Sofia dan beberapa teman lainnya kumpul bareng melepaskan lelah. Entah siapa yang memulai topik ngomongin tentang Andi, sehingga Sofia membuka ‘the unseen case’ ketika ia berkerja di LSM perempuan.

Walau saya cuma menjadi pendengar yang baik saja, saya tetap terkejut ketika Sofai menceritakan hal tersebut. Rupanya, Diana pernah meminta bantuan pada LSM perempuan tempat Sofia berkerja dulu. Diana terlihat sangat menyedihkan dengan muka lebam dan biru-biru. Ia melaporkan masalah keluarganya dan butuh perlindungan hukum. Sampai saat itu, saya tidak berani mengambil kesimpulan. Bahkan saya tidak mau mengambil kesimpulan apapun.

Kisah kecil itu sudah saya dengar melalui Sofia beberapa waktu yang lalu. Mungkin satu tahun yang lalu lebih kurang. Saya tetap berada pada prinsip saya sendiri bahwa itu urusan pribadi Andi dan saya punya urusan sendiri. Tidak punya hak untuk ikut campur. Sebagai teman, perlakuan dan hubungan saya dengan Andi baik-baik saja sampai saat ini.

Beberapa waktu yang lalu, kejadian lainpun terjadi. Saya dapat kabar bahwa Andi dengan ‘the second wife’nya sedang cecok dan punya masalah. Kabar lainnya adalah ia menampar juga Eka. Padahal melalui perkawinan ini lahir seorang putri bernama Mia. Seharusnya hal-hal semacam ini tidak boleh terjadi lagi. Sampai akhirnya, Eka pulang le orang tuanya dengan membawa serta putri kecilnya, Mia.

Kisah ini cukup kita hentikan sampai di sini dulu. Namun, tetap berlajut selama mereka hidup. Mari kita mengambil beberapa pelajaran.

#1. Hargailah wanita, terutama istri anda. Ketika melakukan ijab dan qabul, artinya kita memang sudah siap untuk menjaga orang yang kita cintai sebaik mungkin. Selain itu, kita sudah pasti harus siap menerima kelurang karena kita sendiri yang memutuskan untuk mencintainya.

#2. Jangan marah dengan fisik. Istri adalah seorang wanita yang sangat berbeda dengan pria. Ia adalah makhluk tuhan yang sangat istimewa dengan segala kelembutan dan kepekaan perasaannya. Bilapun bener-bener marah, dan tidak tahan, cukuplah dengan kata saja. Jangan pernah main tampar. Kalau sekali dengan mudahnya mengangkat tangan, maka untuk kedepannya, tanganpun dengan ringan bisa melayang lagi. Bagi wanita sangat susah memaafkab hal itu. Beda dengan cowok. Anda menampar cowok, biasanya cowok bakalan membalas. Kalau ia suda membalasnya, baru ia mamu memaafkan. Nah, kalau perempuan, walaupun ia membalas tampar juga, ia tidak bisa memaafkannya. Bahkan ia juga tidak mau menampar balas walau anda memberikan kesempatan.

Ingat! Bahwa wanita dan lelaki itu berbeda. Maka, jangan pernah memberi perlakuan yang sama. Begitu juga anda marah. Jangan pernah anda menyamakan cara marah dengan laki-laki dan perempuan. Selain itu, ibu anda juga wanita. Maka, hargailah mereka.

*semoga ini menjadi pelajaran bagi saya yang belum maried ini🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s