Nenek dan kakek, tetangga baik kami #peoplearoundus

image
Pic pijem dari http://husenart.wordpress.com

Ada banyak kehidupan di sekitar kita yang terkadang jarang terekspos. Padahal banyak sekali pelajaran yang bisa dibagi akan kehidupan setiap orang. Jadi, saya mencoba menulis tema #peoplearoundus ini juga di postingan kali ini. Ide ini sebenarnya diawali karena pengaruh postingan mbak noni alias di blognya. Hehe😀

Baiklah, mari kita mulai.

Saat ini, saya sudah memasuki stahun ketiga tinggal di komplek ini. Komplek perumahan kuwait, atau orang sering menyebutnya komplek kuwait. Terletak di desa Kayee Lee di Lambaro, Aceh Besar.

Hal yang menyenangkan bagi saya, yang tanpa saya duga adalah bertetangga dengan sepasang kakek-nenek. Si kakek berprofeai sebagai penjual sayur. Ia melakukan pekerjaannya itu dimulai sejak pagi setelah subuh. Ia menjajakan sayurnya menggunakan sepeda butut. Sementara si nenek bejualan di kios kecil yang ada di teras rumahnya. Sering saya membeli kebutuhan sehari-hari di kiosnya.

Pernah saya bilang pada adik saya yang cewek. “Kalau cuma beli kebutuhan kecil seperti sabun, garam, minyak, beli di sini saja. Lewat memebeli pada kios ini, kita juga membantu mereka”.

Diawal-awal kami tinggal di sini, saya mendapatkan informasi dari tetangga yang lain bahwa mereka tidak punya anak. Namun, mereka saling mencintai antara satu sama lain. Untuk menghibur mereka, sering mereka didatangi anak-anak dari saudaranya yang ia sebut cucu. Mereka sering mengunjungi kakek nenek ini.

Saya salut sama sepasang kakek nenek ini. Mereka tidak pernah meminta-minta. Tidak pernah mengiba-ngiba sama orang lain. Tapi, banyak juga yang sayang sama mereka. Terkadang ada tetangga yang memberi ini dan itu untuk mereka. Seperti beberapa waktu yang lalu, ketika ada salah satu tetangga kami yang mau pindah, yang rumahnya kami tempai sekarang, ia memberika satu unit TV untuk kakek nenek. Sehingga kakek nenek ini sekarang tidak menonton lewat TV model lama lagi, tapi model baru.

Sementar dengan kami, kita saling berbagi masakan. Ketika ia masak, sering juga membagikan sepiring masakannya. Kita juga saling balas membalas makasakan. Hehe😀 sudah seperti balas membalas SMS terkadang.. hehe…😀

Beberapa waktu yang lalu sebelum berangkat ke pulau Bunta, kami lagi pindah-pindah barang ke rumah baru. Pas kebetulan kami tinggal bersebelahan sekarang. Waktu itu, si nenek datang dan segera membantu kami. Ia mengangkat barang-barang kecil yang bisa ia angkat. Sementara kerabat dekat kami baru datang sore hari ketika mau magrib. Itulah kenapa ada kalimat, “Saudaramu yang paling dekat adalah tetanggamu”.

Sudah pasti bukan keluarga kita yang bakal menolong pertama kali. Bahkan dikarenakan jarak, kesibukan, dan entah berbagai macam hal lain mereka tidak datang. Makanya, bertetanggalah dengan baik, ,enjaga silaturrahmi selalu dengan lingkungan tempat tinggal adalah perlu.

9 thoughts on “Nenek dan kakek, tetangga baik kami #peoplearoundus”

  1. Alhamdulillah tetangga ku juga baik-baik, Bang.. Memang ada beberapa yang sifatnya kurang baik, tapi ya inget yang baiknya aja. Heheh.. Bener banget itu, saudara yang paling dekat adalah tetangga. Karena dia yang tinggal di dekat kita.

  2. Setuju, saudara terdekat adalah tetangga but not all…
    Ha ha ha

    Tapi pastinya kalau kita baik ke orang maka balasannya adalah akan mendapatkan kebaikan dari orang lain tdk perlu orang yang kita baikin itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s