Belajar Jadi Donatur

image
Pinjam sama gugel

Salah satu point yang ada dalam list dream saya adalah menjadi donatur kampanye. Ini sebenarnya merupakan visi besar untuk ke depan. Jadi, butuh persiapan besar dan belajar lebih banyak adalah hal yang mutlak. Bukan sekarang, bukan besok, bukan lusa, tapi bisa ditargetkan deadlinenya untuk 10 atau 15 tahun ke depan.

Untuk sebuah deadline besar seperti itu, tidak bisa hanya menunggu waktunya, tetapi harus belajar mulai dari sekarang. Untuk belajar inilah yang tidak semua orang mau melakukannya. Namun, sebenarnya sangat mudah untuk belajar menjadi donatur. Yaitu, jadilah donatur untuk lembaga amal dulu. Selain pahala yang banyak mengalir, kita juga bisa melatih diri dan belajar mengatur keuangan.

Untuk lembaga amal, bisa dipilih misalnya seperti Lembaga Yatim Piatu, Pesanteren, Panti Jomopo, Lembaga yang menangani kaum duafa dan lain-lain. Dengan mendaftar di lembaga tersebut, kita bisa meyalurkan bantuan tiap bulan. Anggap saja seperti memberikan arisan. *keingat arisan yang pernah saya ikuti* hehehe😀

Nah, kalau sudah terdaftar menjadi donatur tetap, maka langkah selanjutnya adalah visualisasi. Tau khan apa itu visualisasi? Jd nggak usah lagi saya jelaskan. Hehe😀 Anggaplah lembaga atau yayasan tempat nama anda terdaftar sebagi donatur sebagai sebuah partai politik atau seorang yang akan bertarung di pemilu menjadi gubernur, caleg, atau presiden sekalipun. Selanjutnya susunlah program apa yang wajib dilakukan oleh kandidat tersebut. Pastinya, sebagai donatur, ada program wajib yang harus dijalankan oleh kandidat yang setuju anda donasikan bila ia terpilih.

Untuk tawar menawar program tersebut, susunlah dengan lebih jelas programnya. Jangan menggunakan program mengambang dan tidak jelas, misal mensejahterakan masyarakat, memajukan pendisikan, memajukan pariwisata. Program-program tersebut masih tidak jelas. Tapi buatlah sejelas mungkin, misalnya setiap sekolah mulai dari tingkat dasar dan juga perguruan tinggi, harus memasukan kurikulum pariwisata, setiap rekrutmen PNS untuk menjadi guru, maka harus ada tes mengajar dan wawancara dan tes tulisnya juga mengunakan soal-soal pendidikan serta masih banyak lagi contoh lainnya yang bisa dibuat.

Inilah yang dinamakan donatus profesional. Jadi, tidak hanya memberikan uang dan mengharamkan project besar bila menang atau untuk memuluskan bisnis haram. Inilah yang dinamakan the power of money. Bila keuangan besar dikuasaai oleh orang muslim yang baik, maka dengan kekuatan uangnya ia bisa mengatur peradaban lebih baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s