Jangan hanya sekedar mengajar

image
Suasana salah satu kelas pasca sarjana unsyiah

Beberapa waktu yang lalu, saya sempat ngobrol dengan seorang teman di komunitas bahasa inggris. Ia sangat tertarik sekali dengan cara saya mengajar. Kitapun akhirnya share banyak hal tentang dunia mengajar.

Waktu itu, awalnya karena pertanyaan dia tentang methode think pair share. Saya mencoba menjelaskan secara detail sampai ia mengerti. Namun saya mengatakan bahwa ada beberapa hal yang harus dipunyai oleh seorang guru. Diantaranya:

#1. Terapkan metode-metode kontemporer

Audio Lingual Methode, Think Pair Share, Gramatical Translation Methode, dan lain-lainnya adalah metode yang sudah lama. Sudah classic. Perlu beberapa modifikasi bila diterapkan sekarang ini. Selain itu, methode-methode terbaru juga harus dikuasai, seperti moving class, multiple intelligent, dan lain-lainnya.

Apa yang didapatkan dibangku kuliah terlalu banyak diajarkan metode-metode classic. Padahal banyak sekali metode moderen yang telah ditemukan, namun tidak diajarkan di kampus. Sehingga pikiran calon-calon guru terus diisi dengan ilmu-ilmu lama.

Karena itulah, seorang guru dituntuk untuk lebih aktif mencari informasi baru. Lihat contoh-contoh pengajaran yang ditebarkan diinternet. Cari info-info baru yang terupdate saat ini. Sehingga mengajarpun menjadi hal yang menyenangkan bagi guru dan juga siswanya.

#2. Joke tidak hanya sekedar ketawa

Banyak para guru-guru terbaik menyarankan agar kita mampu membuat joke, lelucon yang hangat. Namun, yang harus diingat adalah jangan membuat joke hanya untuk sekedar tertawa. Itulah kesalahan terbesar para guru.

Inti dari membuat lelucon adalah untuk menyampaikan pesan penting yang harua diingat oleh siswa sampai mampu menyimpannya kedalam long term memory. Salah satu caranya adalah joke atau lelucon. Inti-inti penting dari setiap pelajaran yang disampaikan dengan lelucon mampu membuat siswa mengingat dengan baik. Sampai-sampai ketika siswa sendiri di rumah dan mengingat hal lucu itu, bahkan bisa membuat dirinya tertawa sendiri. Ketika ia menemukan soal yang berbungan dengan pelajaran yang diberikan, ia akan langsung tertawa dengan lelucon dan memahami jawabannya.

#3. Game tidak hanya sekedar bermain

Ada banya siswa yang sudah tertanam dalam pikirannya bahwa game adalah untuk menghilangkan kejenuhan dan bermain-main saja. Hal ini pernah saya temukan disalah satu sekolah saya mengajar. Ketika mereka merasa jenuh atau bosan dan tidak mau belajar, langsung minta dibuat game. Ini adalah kesalah besar yang telah dilakukan oleh guru sebelumnya.

Setiap pelajaran itu harus dilakukan sambil bermain, setiap permainan harus berisi pelajaran. Artinya, kita memberikan pelajaran dan setiap pelajaran tersebut ada game yang bervariasi. Game yang diterapkanpun ada pesan-pesan pelajaran untuk diingat dan dikuasai oleh siswa. Jadi, bukan hanya sekedar game dan ketawa-ketawa.

#4. Tulislah master teaching book

Saya tidak tahu kalimat yang tepat untuk mengantikan “Master Teaching Book”. Intinya buku yang kita tulis tersebut hampir mirip seperti lesson plan, namun kita menulisnya lebih detail di saat kita menemukan temuan strategi mengajar yang unik, dan menyenangkan atau dengan improvisasi yang kita lakukan sendiri. Tulislah pada sebuah buku.

Manfaatnay sangat besar sekali bagi seorang guru. Ia bakalan punya karakter dan cara mengajar yang khas yang derapkannya sendiri.

#5. Terapkan ATM; amati, tiru, dan modifikasi.

Observasilah kelas-kelas terbaik, bertanyalah pada banyak orang, nontonlah video-video mengajar yang baik. Setelah itu, tirulah, peraktikanlah dalam kelas anda. Maka, dengan sendirinya akan termodifikasi sendiri nantinya. Termodifikasi karena anda butuh menyesuaikan dengan keadaan kelas, kemampuan siswa, dan sebagainya. Maka, anda sudah menjadi punya strategi mengajar sendiri yang baik.

Bila memulai sendiri menemukan metode yang baik, butuh waktu yang lama, butuh energy yang baik, dan butuh pengujian dan perbaikan berkali-kali. Sementara strategi mengajar yang sudah ada tersebut telah diuji berkali-kali, kita hanya meniru saja. Nantinya, seiring berjalan waktu, pelan-pelan akan termodifikasi sendiri dengan baik.

Mengajar itu bukan hanya sekedar hadir di kelas, tapi butuh keprofesionalitas. Maka, mulai sekarang, jadilah yang terbaik di profesi yang sudah dijalani sekarang.

Semoga bermanfaat🙂

5 thoughts on “Jangan hanya sekedar mengajar”

  1. Bermanfaat sekali🙂
    saya nggak suka game, kata orang maen game mengasah otak. Tapi saya lebih suka ngisi TTS hehehe.. kan melatih otak juga🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s