Titik Jenuhpun Hadir

20140902_142829
Ditengah hutan Taman Nasional Gunung Lauser, Aceh.

Lama sudah saya tidak berjibaku dengan blog lagi. Semenjak beberapa waktu yang lalu saya sering menulis blog via tablet. Enteng, mudah postingnya dan lebih mobile. Terakhir tablet saya rusak dan kemalasan menulispun datang. Hehehe😀 Sepertinya ini adalah alasan bisa dijadikan alasan untuk malas menulis.

Kali ini, saya ingin menulis untuk diri sendiri. Saya teringat salah satu kalimat Valentino Rossi ketika bersitegang dengan Marques waktu di sirkuit Australia. Ia mengatakan pada si Baby Alien, “Berlombalah untuk diri sendiri”. Sama juga halnya dengan menulis. Menulislah untuk diri sendiri. Saat ini, itulah yang sedang saya lakukan.

Alhamdulillah, ada beberapa episode kehidupan yang harus saya syukuri selama periode saya jarang menulis di sini. Beberapa impian saya telah terwujud. Saya sangat bersyukur sekali. Diantaranya adalah travelling ke Taman Nasional Gunung Leuser, Sabang, dan juga bisa ikut karantina Tahfidz qur’an selama Ramadhan. Alhamdulillah ya rabb. Ketika menghitung nikmat Allah swt yang begitu banyak itu, luar biasa sekali. Fabiayyiala irabbikuma tukadziban.

subulussalam
Antrian menunggu giliran setoran hafalan.

Namun hari ini, titik jenuh hadir memuncak. Bukan kejenuhan akan aktivitas yang saya lakukan. Tetapi sebuah keadaan jiwa yang kosong. Benar-benar kosong. Keadaan seperti ini yang sering membuat saya menangis ditengah malam. Saya merasa hampa tidak tahu kemana tujuan semua ini. Saya berkerja seperti biasanya, mengajar dan mengelola salah satu kursus bahasa inggris, olah raga ringan, trading forex (FYI, sekarang saya sudah jadi PAMM Manager, lho). It’s kind weird, sometime. I just feel water that just flow entah kemana.

Saya telah berjanji pula sama ortu bahwa setelah semester III selesai di program pasca sarjana, saya ingin karatina qur’an dan baru memfokuskan diri untuk menyelesaikan thesis. Mereka menyetujuinya, Alhamdulillah. Tapi sekarang, setelah itu semua, I just feel stuck.

Bingung dengan keadaan sekarang. Umur terus berjalan tanpa henti. Sementara saya belum mampu menemukan jawaban untuk siapa saya melakukan semua ini? Saya berkerja keras, menggapai impian demi impian. Untuk siapa saya perjuangkan itu semua. Saya butuh sebuah alasan akan pengorbanan dan kerja keras yang saya lakukan semua adalah untuk siapa saya berjuang. Mungkin alasan inilah yang bakalan membuat saya kuat, tak rapuh dan mampu melewati banyak hal.

Jujur, terkadang saya malu dengan orang tua sendiri. Sering menghindari untuk berbicara langsung dengan ortu yang sebenarnya sebagai anak tidak boleh seperti ini. Malu karena janji saya belum saya tepati, yaitu menyelesaikan thesis. Sementara hati ini terasa hampa.

Benar saya apa yang dikatakan rasul, bahwa semuanya itu ada pada hati. Bila hatimu baik, maka kehidupanmu juga baik, bila hatimu buruk, maka kehidupanmu juga buruk. Ya Allah, tolonglah hambaMu ini. I need your help, I need power, I need guidance.

Benda yang selalu menemani ketika sedih dan senang.
Benda yang selalu menemani ketika sedih dan senang.

Semalam saya tidak bisa bisa tidur lagi. Tangis dalam pilu yang memuncak. Ditemani dengan ayat suciNya lah membut hati ini mulai tenang. Mungkin saya harus benar-benar mengaplikasikan salah satu ayat Allah, bahwa “Hai orang-orang beriman, mintalah pertolongan pada Allah dengan sabar dan shalat” Al-baqarah: 153.

Kuatkan saya ya Rabb, biarkan diri ini menemukan cinta dariMu untuk membuatku kuat. Hadirkan itu ya rabb.

 

2 thoughts on “Titik Jenuhpun Hadir”

  1. Sepanjang usia saya, sering banget ketemu orang-orang kencang di otak kanan seperti Sahabat rahmat ini. Dont’t worry..Ini hanya sementara kok. Sepertinya dirimu memerlukan tantangan yang lebih menantang Mas🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s