Jodoh atau Ajal, duluan yang mana?

Jodoh atau ajal duluan? (sumber:google)
Jodoh atau ajal duluan? (sumber:google)

Semalam, sambil jalan ke Darussalam, saya sempatkan diri untuk menyapa teman-teman saya yang sedang berkerja di salah satu toko buku. Sering sekali bila saya membutuhkan buku, saya selalu menghubungi teman saya ini. Ya tanya harganya, ada nggak buku terbaru best seller dan biasanya mereka juga sering sekali kasih diskon ke saya. Hehehe😀

Baiklah. Bukan itu sih sebenarnya yang ingin saya bahas pada postingan kali ini. Semalam ketika saya menyapa mereka, salah satu teman saya berkata, “Bro! Kayaknya udah ganteng kali sekarang ya? Rapiiii… ,” selanjutnya bersambung dengan, “kayaknya udah mulai dekat ya?”.

“Dekat apanya, bro? Dekat kemana?.”

“Dekat acaranya? Nikahnya”.

“Hahaha.” Saya tertawa besar mendengarnya.

“Bro! Yang pastinya saya sudah mulai dekat dengan ajal.”

Sepintas, percakapan ringan tersebut mungkin hanya percakapan candaan atau main-main saya. Padahal sadar tidak sadar, waktu yang terus berjalan, limit kehidupanpun mulai mendekat pada garisnya. Bukan menyepelekan sang waktu, tetapi sebuah keharusan untuk terus bersiap diri untuk kedua hal tersebut, jodoh atau ajal.

Jadi, terkadang, pilihan harus diambil. Mempersiapkan diri untuk salah satu pilihan tersebut atau kedua-dua pilihan tersebut. Berbuat baik sebanyak-banyaknya dan mencari terus keridhaan yang maha kuasa.

Saya teringat sekali dengan salah satu ayat terakhir di Surat Al-Baiyyinah. Cari sendiri nanti ya di Al-Quran. Pokoknya di Juz 30. Hehe😀

Kira-kira begini nih artinya,

“Balasan mereke di sisi Rabb mereke adalah surga Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah balasan bagi orang yang takut kepada Rabbya.”

Perhatikan kembali pada kalimat yang saya bold-kan itu. Kuncinya adalah keridhaan dari sang kuasa. Jadi, tergantung sama kita masing-masinglah gimana caranya menggodaNya untuk dapatin keridhaan.

Sebagai penutup postingan ini, berikut ini adalah salah satu cuplikan dalam film Vetical Limit yang sering saya tonton dan mengingatkan saya akan kesiapan diri terhadap ajal.

5 thoughts on “Jodoh atau Ajal, duluan yang mana?”

  1. bener banget mas, film ini bikin merinding, abis nonton ini langsung jadi inget mati, ternyata mati gak memandang usia, gak mandang tempat. bahkan ketika berlibur untuk seneng-seneng aja tetep bisa di cabut nyawanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s