Akhirnya, Skiping Jadi Pilihan Baru

Peralatan skipping saya yang baru.
Peralatan skipping saya yang baru.

Saya bukanlah olah ragawan. Saya bukanlah atlit lagi setelah terakhir tercatat jadi atlit karate ketika kuliah. Walau demikian, olah raga itu adalah perkara wajib. It’s not only life style but it’s the way of life, as well. Atau mungkin ada kalimat lain untuk menggambarkan pentingnya olah raga. 

Setelah saya tidak aktif lagi di Karate, saya memilih joging. Selanjutnya saya memilih self defense di Kamikaze Selfdefense School nya Sensei Firman. Bela diri bukan hanya sekedar olah raga seperti olah raga lainnya (Futsal, Sepak bola, dll), tapi juga dapat ilmu yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau ditanya, “Olah raga yang mana bagusnya untuk orang yang hanya butuh olah raganya saja, bukan untuk mengejar prestasi lagi?”. Saya akan jawab, “Bagusnya ikut olah raga bela diri saja, semacam self defence praktis gitu”. Selain badan sehat, kita juga dapat ilmu aplikatifnya. Yang saya tahu, Kamikaze Self Defense punya Sensei Firman masih yang terbaik, my opinion. Hehehe😀 (FYI: Sekarang udah buka cabang di kota Medan).

Nah, semenjak saya tidak terlalu aktif lagi di Bela diri, badan ini terasa seperti kehilangan sesuatu. Kalau untuk joging, iya, saya melakukannya. Tetapi, you know lah.. hehe😀 Terkadang ada malasnya juga untuk pergi dari rumah ke Blang Padang, di Banda Aceh, untuk joging. Kadang pula saya pergi ke lapangan Lhong Raya. Ada beberapa alasan kenapa joging bagi saya motivasinya sering up and down:

  1. Jarak yang harus saya tempuh ke lapangan dari rumah lumayang jauh.
  2. Untuk berlari menuju lapanganpun, terkena abu jalanan dan polusinya juga di jalan.
  3. Terkadang hujan bisa menghambat juga untuk joging.
  4. Tidak ada track baru yang membuat bosan.
  5. Belum saya temukan komunitas joging di Banda Aceh.

Padahal, joging itu adalah olah raga termurah, lho.😀 Hanya bermodalkan sepatu mulai dengan harga 100an ribu sampai 1 jutaan. Yang penting bisa lari khan. Hehehe😀 Gegara ngomongin sepatu, terbayang-bayang sepatu joging kemarin di toko. Sambilan cari skiping, iseng-iseng nanya harga sepatunya Nike Free Runner. Tapi, sayang harga 300rb. Padahal di online cuma 240ribu saja. Hik..Hik..Hik…😦

img_20150709_150146
Jatuh hati pada Nike Free Run

Baiklah. Sebenarnya tulisan diatas hanya sebagai pengantar saja. Tapi, tiba-tiba saya nulisnya terus keasyikan sampai-sampai mau lari dari judul utama. Hehehe😀

Walau berbagai alasan untuk tidak joging bisa sampai segitunya banyak, saya tetap mencintai joging. Karena tujuan saya melakukan olah raga saat ini adalah bukan untuk mengejar prestasi lagi seperti atlit, tapi lebih kepada menjaga postur tubuh. “Your body is your asset.” Itu motto saya.😀 Jadi, saya harus mencari alternatif olah raga lain, yang murah, simple tapi manfaatnya luar biasa untuk menjaga postur. Setelah searching sana-sini, akhirnya jatuh pilhan pada skiping atau jumping rope a.k.a lompat tali.

Ratu Jumping Rope alias Skipping dunia. Adrienn Banhegyi. Ratu Jumping Rope alias Skipping dunia.

Jumping rope atau skiping ini, selain untuk kesehatan jantung dan paru-paru, rupanya memiliki kelebihan lain juga. Berdasarkan penelitian di Harvard University, hasilnya sangat mencengangkan. Penelitian dilakukan pada 92 orang yang dibagi dua kelompok, kelompok yang melakukan skiping 10 menit setiap hari dan dengan kelompok yang joging 30 menit sehari. Setelah 6 minggu, rupanya pembakaran kalori pada kelompok skiping sama dengan kelompok joging. 10 menit skiping sama dengan 30 menit joging. Artinya pula, latihan cardio juga bisa didapatkan pada saat melakukan skiping.

Selain riset tersebut, saya juga mencari informasi lain lewat testimoni orang lain di blog atau website luar negeri. Saya mendapakan testimoni lainnya, bahwa ada lho orang yang melakukan diet dengan skiping saja. Setiap hari ia melakukan skiping sebanyak 1000 kali. Ya benar, seribu kali per hari. Dan it worked. Selain itu, ada testimoni lain yang mengatakan bahwa skiping juga bisa menaikkan tinggi badannya. Ada juga bapak-bapak yang mendapatkan postur tubuh yang bagus dengan melakukan skiping setiap hari. Setiap hari tanpa absen. Wow!!

Rupa-rupanya, di luar negeri sana, skiping atau jumping rope ini ada kompetisinya, lho. Mereka punya komunitasnya juga. Berbagai gaya skiping mereka tunjukan dan it’s so amazing lah pokoknya. Pingin juga sih membentuk komunitas semacam itu di Banda Aceh.

Video berikut ini adalah salah satu video berbagai trick ketika skiping.

Alhasil, dari berbagi informasi tersebut, akhirnya, saya memilih skiping sebagai pilihan baru dalam berolah raga. Bisa dilakukan di rumah tanpa harus keluar rumah untuk joging kalau lagi panas, atau hujan. So, finaly, I bought the new one skiping. Walau sebenarnya dulu juga saya punya alat skipingnya, tapi jarang dipakai. Akhirnya dipakai sama adek saya. Hehehe😀

Untuk teman-teman yang mau ikut skiping juga, saran saya pelajar teknik dasar dulu. Tidak usah naik dulu ke berbagai trick indah menawan itu. Tapi yang dasar dulu. Yaitu, bonce step. Ini dulu dikuasai, nanti baru gerakan lainnya.

Oya, bagi teman-teman yang tertarik, kayaknya bolehlah kita bikin komunitas skiping di Banda Aceh kalau mau. Jadi, saya punya teman deh. Hehe😀

3 thoughts on “Akhirnya, Skiping Jadi Pilihan Baru”

    1. Kalau di rumah saya jarang pakai alas kaki pas lagi main skippping.. seru n it’s oke.. kcuali pas di luar rumah stlah jogging di lapangan, saya melakukan skipping.. dan itu pakai alas kaki..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s