Membuat Black List Keuangan

Black List Book

Sama seperti dunia perbankan. Mereka memiliki nama-nama kreditor yang masuk dalam daftar orang-orang yang bermasalah dengan bank. Orang-orang tersebut tidak boleh lagi melakukan peminjaman dengan bank karena dianggap bermasalah. Masalahnya biasanya adalah adanya penunggakan pinjaman yang belum lunas, penipuan terhadap bank, dan hal yang sensitif lainnya.

Nah, saya juga memiliki daftar itu. Daftar tersebut bersifat rahasia dan tidak boleh dipublikasi. Bahkan orang yang namanya ada didaftar tersebut saja tidak pernah tahu bahwa ia sudah saya masukan ke dalam daftar black list tersebut. Hubungan masih tetap bagus dan akrab selalu, tapi untuk masalah finansial tidak bisa dikompromi lagi. Stop! We never ever need to talk about it anymore.

Apa sebab musabab saya masukan nama mereka ke dalam daftar tersebut? Sudah pasti ada alasannya. Berikut adalah beberapa kriteria orang-orang yang namanya ada di dalam daftar black list pribadi saya.

  1. Berhutang dengan jumlah sangat besar dan tidak pernah membayarnya lagi.

Untuk poin ini jarang ada di daftar saya. Karena biasanya mereka membayarnya lagi walaupun kadang telat. Selain itu, saya juga sangat jarang memberikan jumlah uang sesuai yang diinginkan peminjam. Biasanya saya kasihnya paling besar 50% dari kebutuhan sipeminjam. Saya ingat apa yang dikatakan mentor bisnis saya dulu, “Apapaun yang kita keluarkan (uang), belum tentu ia bisa kembali.” Siap meminjamkan uang kepada orang lain, artinya siap juga kehilangan. Kenapa 50%? Biar mereka juga bisa berusaha lagi untuk mendapatkan 50% sisanya. Selain itu, 50% juga lebih ikhlas kayaknya kalau kehilangan nantinya. Hehehe😀

  1. Adanya penipuan dan kekecewaan dalam kerjasama bisnis.

Ini yang sering ada di daftar saya. Ada yang terang-terangan melakukan penipuan. Ada pula yang dengan halus ketika ada kerjasama bisnis. Disaat saya sadar, dan uang juga melayang, maka nama mereka langsung masuk ke daftar saya. Artinya, untuk kedepan, melakukan kerjasama, terutam yang berhubungan dengan uang, I can’t trust them anymore, anymore, and anymore. Mereka biasanya terlalu pintar dalam berbicara dan mengubah kesepakatan bisnis atau kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. However, sebagai teman ya tetap teman, tapi ia tidak sadar kalau namanya sudah saya black list. Sering sekali orang-orang ini meminta bantuan financial, tapi tidak bisa saya layanin lagi. Kecuali bantuan lain yang bersifat non financial.

  1. Orang yang tidak pernah shalat (Khusus muslim).

Saya tetap berteman dengan mereka. Tapi, untuk hubungan finansial, minta maaf. I can’t cooperate with them. Bantuan lain mungkin boleh-lah. Yang penting bukan finansial. Sama Allah swt saja, ia tidak takut, patuh dan percaya, bagaimana pula saya bisa mempercayainya.

Baiklah, itu adalah 3 item sebagai kriteria untuk masuk ke dalam black list saya. Saya tidak tahu sama teman-teman yang lain. Apakah kalian juga punya semacam black list ini?

3 thoughts on “Membuat Black List Keuangan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s