Peran Teknologi Informasi Disaat Smart City Menjadi Visi Pemimpin Baru

Peran teknologi pada penerapan Smart City. Sumber: https://suman28pandit.blogspot.co.id
Peran teknologi pada penerapan Smart City. Sumber: https://suman28pandit.blogspot.co.id

Beberapa hari yang lalu, ketika seorang teman melakukan perjalanan dari Sigli menuju Banda Aceh, ia mengalami kejadian yang tidak bisa dilupakan. Ditengah perjalanan, ia melihat langsung sebuah kecelakaan yang mengerikan antara pengendara sepeda motor dan sebuah truk. Kejadian tersebut terjadi tepat di depan matanya.Waktu itu ia dan orang yang berada atau lewat di tempat kejadian berhenti dan mencoba menolong sebisa saja. Ia mencoba menelepon pihak ambulance setempat, ke nomor personal temannya, tapi tidak diangkat. Ia coba menelepon nomor handphone kepolisian setempat, tapi juga tidak diangkat. Akhirnya, ia dan orang lain bingung harus berbuat bagaimana lagi. Pertolongan pertama yang seharusnya didapatkan oleh korban hanya sebatas keinginan. Akibatnya, kondisi korban semakin memburuk. Karena buru-buru ia pun melanjutkan perjalanannya. Kejadian tersebut masih melekat erat di ingatannya hingga kini. Seandainya saja ada sistem yang dapat menangani kejadian tersebut secara cepat, tentu akan sangat membantu korban.

Kejadian diatas bukanlah satu-satunya kejadian yang pernahterjadi, tetapi sudah sangat sering. Seorang pasien yang membutuhkan penanganan cepat seperti kejadian diatas adalah salah satunya. Contoh lain adalah seperti pengusaha kecil yang perlu pengurusan izin usaha, tapi harus melalui birokrasi yang berbelit-belit. Warga yang mendapatkan pelayanan kesehatan dan kebutuhan dasar lainnya yang tidak memuaskan. Kemana mereka akan mengadu? Dengan melihat berbagai contoh kasus tersebut, apa yang bisa menjadi solusi bagi masyarakat? Smart City Indonesia adalah jawabannya.

Apa itu smart city?
Dalam buku Pengenalan dan Pengembangan Smart City, kota cerdas didefinisikan sebagai sebuah konsep pengembangan dan pengelolaan kota dengan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien untuk memaksimalkan pelayanan kepada warganya serta mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Singkatnya, Smart City atau kota cerdas merupakan sebuah visi pembangunaan perkotaan yang mengintegrasikan penggunaan teknologi informasi dan internet of things (IoT) untuk mengelola aset kota yang meliputi banyak hal. Contohnya seperti, sistem informasi departemen pemerintah, sekolah, perpustakaan, transportasi, rumah sakit, pembangkit listrik, jaringan air bersih, pengelolaan sampah, penegakan hukum, dan pelayanan masyarakat lainnya.

Jelas sekali pentingnya pemanfaatan informasi teknologi dan IoT atau Internet of Things pada penerapan Smart City. IoT sendiri merupakan sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus. Fungsinya meliputi pembagian data, remote control, dan sebagainya, termasuk juga pada benda di dunia nyata. Contohnya bahan pangan, elektronik, koleksi peralatan apa saja, termasuk benda hidup yang semuanya tersambung ke jaringan lokal dan global melalui sensor yang tertanam dan selalu aktif.

Berbagai fungsi IoT. Sumber: www.upload.wikimedia.org.
Berbagai fungsi IoT. Sumber: http://www.upload.wikimedia.org.

Salah satu contoh penggunaan teknologi informasi dan IoT yang telah diterapkan di negara Eropa adalah eCall. eCall merupakah sebuah aplikasi panggilan darurat untuk menangani masalah kecelakaan dengan cepat. Teknologi ini bekerja secara otomatis ketika terjadi  sentuhan sensor dengan keras pada kendaraan, misalnya pada airbag mobil. Selain itu juga siapa punbisa mengaktifkan eCall secara manual bila terjadi kerusakan pada sistem otomatis tersebut. Melalui satelit, permintaan bantuan akan diteruskan ke pusat panggilan darurat dengan mengirimkan lengkap keterangan lokasi kejadian. Bantuan pun segera datang dalam waktu yang singkat.

Teknologi eCall. Sumber: https://id.pinterest.com
Teknologi eCall. Sumber: https://id.pinterest.com

Contoh lain adalah Emergency Vehicle Preemption System. Teknologi ini membantu pengaturan lalu lintas, terutama pada lampu lalu lintas. Lampu lalu lintas akan mendeteksi mobil ambulance, pemadam kebakaran, dan mobil darurat lainnya yang membutuhkan jalan menuju rumah sakit atau tempat kebakaran. Dengan adanya alat sensor yang ada pada lampu lalu lintas, lampu yang berwarna hijau akan menyala otomatis sehingga membantu petugas ke lokasi kejadian dengan cepat.

Teknologi pada lampu lalu lintas. Sumber: www.itsmyreseach.com.
Teknologi pada lampu lalu lintas. Sumber: http://www.itsmyreseach.com.

Jadi, dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi dan IoT, pemerintahan kota bisa menyediakan berbagai macam aplikasi yang memudahkan warganya mendapat quick response untuk situasi-situasi penting. Salah satunya adalah seperti yang dialami oleh teman saya.

Pemimpin Baru dan Penerapan Smart City Indonesia

Smart City Indonesia adalah visi yang paling sering  dijanjikan oleh calon pemimpin baru pada Pilkada atau pemilihan kepala daerah kali ini. Seolah-olah, Smart City Indonesia ini telah menjadi trend bagi banyak daerah.Seperti pasangan Cagub-cawagub DKI Jakarta, pasangan Agus Harimurti Yudhonoyo-Sylviana MurniAnis Baswedan-Sandiaga UnoWalikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamalcagub-cawagub Bontang, Neni Moernieani-Basri Rase, calon walikota Denpasar, Resmi Agung, dan beberapa calon pemimpin daerah lainnya di Indonesia. Event penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan ke depan ini, bisa menjadi momen bagi warga dalam menyeleksi pemimpinnya yang cerdas dan memiliki visi yang lebih baik.

Bagi calon pemimpin, ini merupakan waktu yang tepat untuk menawarkan program-program mereka bagi solusi permasalahan dan kebutuhan warga, terutama penerapan Smart City. Tentunya para calon pemimpin baru ini punya alasan kenapa penerapan konsep Smart City diperluan.

Smart City merupakan konsep pemerintahan kota  yang semakin dituntut oleh zaman sekarang. Dengan pemanfaatan teknologi informasi yang semakin berkembang, pemimpin baru juga dituntut untuk mampu memanfaatkannya bagi pelayanan pemerintahan, pemantauan, pelaporan, pengurusan administrasi, publikasi kinerja, keamanan dan kenyamanan warganya.

Suka atau tidak, konsep Smart City  ini sudah menjadi kebutuhan untuk mengakomodasi kepentingan warga. Ditambah lagi dengan alasan populasi semakin meningkat, wilayah yang luas, aktivitas perekonomian warga semakin pesat, dan efisiensi pengurusan administrasi dan pengaduan warga kota. Jadi, dengan konsep Smart City  yang bagus, pemerintahan kota mampu menjadikan warganya semakin merasa memiliki kota mereka dan menjaganya bersama-sama.Dari sisi lingkungan, konsep Smart City semacam ini mampu mengupgrade sistem tata kelola pemerintahan dari paper menjadi paperless.

aplikasi Qlue. Sumber: www.qlue.co.id
Aplikasi Qlue. Sumber: http://www.qlue.co.id

Di Indonesia sendiri, konsep smart city bukanlah hal baru. Misalnya saja Kota Jakarta yang memiliki sistem pelaporan keluhan warga kota. Warga bisa melaporkan langsung setiap keluhan sampah, banjir, keributan, kemacetan dan kerusakan fasilitas umum lewat aplikasi Qlue. Dengan adanya pelaporan yang cepat ini, pemerintah kota bisa langsung menindaklanjutinya dengan mengirim petugas ke lokasi kejadian dengan cepat. Tentunya sistem pelayanan ini semakin disukai oleh warga dari pada sistem manual dan respon yang lambat.

Selain itu, efisiensi kinerja menjadi semakin baik. Pemerintah kota akan terbantu dalam mendapatkan informasi dengan cepat tanpa terkendala wilayah pemerintahan yang luas dan sulit terjangkau. Contoh lain adalah aplikasi Kartu Parkir Berbayar yang mampu meminimalisasi petugas parkir liar di perkotaan (Bandung), Smart Hospital yang bisa melacak keberadaan pasien dan statusnya (Makassar), Perizinan Online yang membantu kemudahan warga dalam pengurusan izin (Banda Aceh, Tangerang dan beberapa kota lainnya), dan aplikasi-aplikasi penggunaan teknologi informasi di beberapa kota lainnya.

Tantangan Bagi Pemimpin Baru

Tantangan bagi setiap kebijakan baru tentu ada, namun tantangan itu ada untuk ditaklukkan. Begitu juga halnya dengan konsep Smart City Indonesia. Tantangannya adalah dibutuhkannya ketersediaan informasi yang aktual dan data yang meliputi kehidupan bermasyarakat yang lengkap, keamanan akses informasi dan keakuratannya, dan konektivitas internet yang baik.

Selain itu, ada tantangan besar lain dalam penerapan konsep pemerintahan Smart City Indonesia. Integrasi dan interoperabilitas diantara sistem dan data yang ada adalah hal yang mutlak. Jangan sampai hanya berfokus pada penciptaan ribuan aplikasi, tetapi pendataan yang kurang lengkap dan tidak terintegrasinya dengan baik, masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.

Aplikasi mCity. Sumber: www.gamatechno.com
Aplikasi mCity. Sumber: http://www.gamatechno.com

Tambah pula, konsep Smart City Indonesia juga harus disesuaikan dengan karakteristik daerah setempat. Untuk kota industri akan berbeda konsepnya dengan kota wisata. Begitu pula kota pelajar dan kota berbasis pertanian. Sebagai contoh untuk penerapan smart city pada daerah dengan karakter pertanian, misalnya teknologi yang memudahkan sistem irigasi pertanian, harga beli hasil panen, dan lainnya. Untuk daerah dengan konsep kota pelajar, bisa menciptakan teknologi yang memberikan kemudahan akses jurnal internasional dan aplikasi keluhan warga karena keamanan, keributan, atau kenyamanan. Untuk kota yang memiliki karakter islami, bisa menciptakan aplikasi suara azan otomatis dan informasi musalla atau mesjid terdekat. Untuk kota dengan karakter pariwisata, mCity adalah salah satu aplikasinya. Aplikasi yang dikembangkan oleh Gamatechno ini, telah diterapkan di Solo untuk membantu wisatawan mendapatkan informasi kuliner, objek wisata dan juga informasi hotel.  Jadi, karakter-karakter tiap kota tersebut harus mampu diterjemahkan dalam penggunaan aplikasi Smart City yang diterapkan sehingga mampu memenuhi kebutuhan warga.

Bagaimanapun juga, konsep Smart City Indonesia bukan hanya sekadar trend, tetapi sebuah kebutuhan. Disinilah peran teknologi informasi hadir. Walau masih ada kekurangan pada beberapa penerapannya, tetapi itu bukanlah kendala untuk berhenti. Perbaikan dan pengembangan aplikasi tetap terus dilakukan demi terwujudnya kota yang cerdas, aman, teratur dan tertib dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, nantinya warga kotalah yang menjadi solusi dari masalah yang terjadi di lingkungannya. Smart city for everyone.

Advertisements

One thought on “Peran Teknologi Informasi Disaat Smart City Menjadi Visi Pemimpin Baru”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s