Malam pertama isolasi madiri di rumah

Ilustrasi Aja

Allahmdulillah adalah kalimat pertama terucap ketika hasil tes SWAB Antigen keluar. Artinya sudah jelas saya harus melakukan isolasi mandiri segera.

Kemarin, sabtu (21 Agustus 2021), saya minta isteri untuk ditemanin tes SWAB Antigen karena saya masih sedikit pusing. Baru saja melewati demam mulai sejak malam Jumat. Hari Jumatnya sudah mulai membaik walau terkadang sedikit menggigil terasa badan. Hari sabtu, saya berdiskusi sama isteri dan memutuskan SWAB antigen. Diantara pertimbangannya adalah: (1) Saya tinggal tidak sendiri, tetap bersama keluarga besar di satu rumah. (2) Teman saya yang seminggu yang lalu berpergian bersama positif dan isolasi mandiri sekeluarga. (3) Atasan kantor isteri positif dan masuk Rumah Sakit. Namun, waktu isteri tes SWAB Antigen, ia dinyatakan negatif. (4) Biar jelas dan bisa mengambil tindakan selanjutnya serta alasan lain adalah sebagai contoh baik juga bagi orang-orang yang mengenal dan dekat dengan saya.

Be A Rome Model

“Be A Role Model” Kalimat yang tertulis pada salah satu tiang Masjid Nabawi yang sampai saat ini masih teringat.

Singkat cerita, sepulang dari salah satu klinik laboratorium, kami segera mempersiapkan segala kebutuhan isolasi. Terutama stock buah-buahan segar. Keluarga di rumah juga mempersiapkan rumah belakang yang dulu disewakan ke orang lain. Alhamdulilah, seluruh keluarga berkerja sama. Banyak-banyak pahala-lah untuk mereka ini, terutama isteri saya yang terus membantu banyak hal.

Semenjak demam sebelumnya, saya memang sudah mulai banyak mengkonsumsi buah dan berusaha memiliki pola makan sehat. Namun, ketika ketahuan positif covid19 ini sudah tentu saya harus memperhatikan betul gaya hidup saya lagi.

Buah-buahan apa saja

Malam hari, saya merasa sedikit tergangung tenggerokan. Namun, air putih hangat tetap terus saya konsumsi. Malam juga saya makan lagi buah-buah. Sempat ditawarin nasi goreng sama keluarga untuk diantar. Tapi karena sudah malam saya menolaknya. Saya juga telah membiasakan makan malam terakhir adalah sebelum magrib. Bila masih lapar di malam hari, palingan makan buah-buahan saja.

Anak kami yang berusia 3 tahun, alhamdulillah sudah dikasih pengertian sama isteri. Cuma ya yang namanya anak kecil terkadang pingin berlari dan terus peluk kaki. Tapi ya harus bisa menghindar. Terkadang harus diahlikan ke hal-hal lain. Semoga ia bisa aman bersama umminya. Semoga juga dimalam kedua ini saya dimudahkan oleh Allah swt melewatinya dan pemain inti juga bisa melewatinya jug’a, yaitu isteri dan anak saya. Both of you are a great supporter in my life. 😀

2 thoughts on “Malam pertama isolasi madiri di rumah”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s