My sin

Alhamdullilah. I am very happy today because my thesis title was accepted by English t Departement this afternoon. However, I felt something wrong today and I got sin, I think. Actually, I have schedule for seminar of my thesis title 12.00 this afternoon and I got up at 12 o’clock. Futhermore, I went to campus at 12 a half. I me.t Mr. Saiful and he asked me if I came late. I answered that I went to hospital before came to campus because my family is sick. That is my reason. Actually, it was wrong. I cheated him. I am so sorry. After that, I came in class and I reported to my lecture as well as I said to Mr. Saiful. I cheated again. I feel sin. I don’t know how to get appologize from them.
PLEASE FORGIVE ME.

Advertisements

Tarekat

Beberapa hari yang lalu, Saya merasa haus akan sebuah siraman Rohani. Walau tekadang di Rumah, saya sering juga ngobrol banyak dengan adikku sendiri tentang banyak hal, terutama spritual. karena kalo bole saya mengakuinya, ia memang banyak hal tahu tentang subject tersebut. Apa lagi tentang hal-hal halus. Karena itu semua, kedamaian yang ia dapat kan itu dimualai saat ia mengambil Tarekat sewaktu mengaji (sebelum masuk kuliah).

Sebenarnya, sudah lama saya ingin mengambil Tarekat. Namun, banyak hal dan tantangan yang saya hadapi. Pertama dimulai di saat-saat mencari informasi dimana saya bisa mengambil tarekat. Karena yang saya tahu tarekat itu penting. Dan sewaktu saya ngaji dulunya juga teungku mengatakan kalo kita mengambil tarekat bagus. setidaknya untuk kehidupan sendiri, samadiah untuk orang meninggal dan banyak lagi.

Namun, seiring dengan berjalannya waktu, Alhadullilah saya menemukannya, yaitu tarekat naqsabandiyah dari teungku Abuya Jamaluddin Wali melalu muridya. Dan saya mengikutinya.

ALhadulliah, selama saya mengikutinya, banyak sekali keajaiban-keajaiban yang saya temui dalam kehidupan. Memang sebenarnya banyak sekali faedah zikir/tarekat tersebut, diataranya dimudahkan riski. Nah, ini yang betul-betul saya alami. Ada aja sumber riski dariNya. Alhamdulillah. Selain itu, diri saya merasa tenang dan damai. Sebernarnya, inilah yang saya cari-cari seumur hidup ini.

Doa’kan agar diri saya ini tetap selalu bersamaNya, yang Maha Kaya dan Maha Pemberi. Maha mengayakan. Hidup dan Matiku tetap bersamaMu ya Allah. Amin. Terjadi. Amin.

Dicipline

 

Lama sudah diriku tidak menulis, terutama di blog yang ku buat ini. Mungkin teralu sibut di FB alias Facebook.

Okey, Back to Dicipline.

Sebenarnya, talking about dicipline, baru saja Aku mendapatkan pengalaman baru. Setelah menyadari banyak hal, Aku baru menyadari bahwa teryata ketidakdisiplinan itu sangat berhubungan dengan spritualitas. Dan juga, kedisiplina juga bisa ditingkatkan dengan meningkatnya spritualitas diri.

Beberapa waktu yang lalu, Aku masih ingat bahwa banyak hal yang terus ku lakukan untuk meningkatkan spritualitas. Contoh shalat, Aku terus berusaha tetap shalat tepat waktu dan tidak pernah tinggal. Dan hal itu rupanya memberikan feedback kepada diriku juga. Yaitu, setelah mereview bahwa waktu itu pula, kedisiplina ku meningkat tajam. Hanya berlatih dengan shalat tepat waktu. Aku masih ingat. Waktu itu selalu saja tepat waktu untuk memenuhi janji dan hal lainnya. Luar biasa sekali.

Namun, beberapa hari ini, kedisiplinanku betul-betul menurun. Ketika ku review kembali, rupanya faktornya adalah spirtualitas (terutama shalat). Akhir-akhir ini, shalat sudah sering tidak tepat waktu dan bahkan sering harus mengkadha hanya karena alasa sibuk. Rupanya itu memberikan feedback yang tidak baik juga bagi diriku, terutam kinerja. Dengan tidak disiplinnya shalat, maka sama akan terjadi ketidakdisiplinan kinerja.

Ini mungkin bisa menjadi pelajaran besar dalam hidupku. Dan juga bagi pembaca. Jadi, salah satu cara untuk apply disiplin adalah dengan mendisiplinkan shalat. Bahkan, mungkin, kita bisa melihat kedisiplinan orang melalu kedisiplinan shalatnya. Mungkin penilaian tersebut terlalu objective, tapi aku yakin dan percaya bahwa Anda bisa menilainya sendiri.

Wa Alllahu ‘alam

Satu lagi keajaiban yang aku temui. Aku menamakan hari ini adalah hari yang sangat ajaib sekali. Semoga apa yang aku alami ini bisa juga berguna bagi Anda.

Ceritanya begini (kayak di acara Misteri aja ne.. J). Aku punya saudara laki-laki. Namanya Ikhsan. Semalam aku mengantarnya ke Terminal Bus untuk pergi ke Bireun. Kira-kira waktu itu jam 11.45. Waktu itu aku melihat bahwa ia tidak membawa barang atau tas, cuma pakaian di badan. Jadi aku juga sempat bertanya kenapa tidak bawa tas kesana?. Ia menjawab bahwa ia hanya ingin mengambil nomor pendaftaran PNS aja. Jadi tidak perlu bawa apapun, katanya. Sekedar informasi, waktu yang ditempuh dari Banda Aceh ke Bireun sekitar + 5 jam. Artinya, bila bus berangkat jam 12 malam, maka bisa diperediksikan pada subuh hari sudah tiba di Bireun.

Setelah Dek Ikhsan membayar tiket Bus, dan naik bus, aku langsung pulang. Waktu itu, aku sempat berpesan bahwa kalau sudah tiba di Bireun, tolong di telpon atau kirim SMS ke sini, aku bilang. Ketika tiba waktu pagi, aku menerima SMS dari Dek Ihksan bahwa ia sudah tiba di Bireun. Alhamdullaih.

Sementara itu, pada pukul 10.15, lebih kurang, aku keluar rumah untuk pergi ke IES, untuk ngisi training bagi instruktur baru. Setelah semua aktivitas yang aku jalani sampai jam 3 +, aku pulang ke rumah untuk istirahat siang sejenak. Di rumah udah ada sepupuku, Dek Reza. Kami tinggal sekamar. Ia juga baru pulang kuliah. Jam 4 sore, aku bangun untuk shalat Azhar. Aku juga membangunkan Dek Reza. Setelah shalat, dek Reza bertanya,”Bang, bang ikhsan kemana? Kok ngak pulang-pulang?”. Jadi aku jawab bahwa Dek Ikhsan udah ke Bireun. “Kapan ke Bireun?”, ia Tanya lagi. Aku bilang semalam abang antar ke terminal bus. Apa dek reza nggak ingat waktu abang masuk kamar untuk ambil jaket? Waktu itu khan dek reza terbangun dari tidur karena abang masuk. Setelah itu langsung pergi ke terminal sama dek Ikhsan. “Tapi, tadi pagi Bang Ikhsan ada di sini”, katanya. “Ia juga makan nasi goreng yang aku buatin tadi pagi, terus bahkan aku juga dek Reza suruh abang ikhsan masuk kamar mandi duluan untuk mandi”, katanya. Akupun bingung waktu itu. Kok bisa. Terus, kutanya, apa Dek Ihksan ada ngomong sama Dek Reza?. Ia bilang ngak ada ngomong hari ini. Ia pun heran biasanya kalau makan nasi goreng selalu bilang “Enak sekali nasinya ya”. Tapi hari ini ia tidak bilang itu. Dan tidak ngomong apa-apa. Keluar dari kamar langsung masuk kamar mandi waktu itu. Setelah Dek Ikhsan mandi, dek Reza baru masuk kamar mandi untuk mencuci frying pan (lupa bahasa indonesianya apa) untuk menggoreng nasi. Aku juga berdebat dengan Dek Reza bahkan aku juga bilang bahwa Dek Ikhsan udah kirim SMS bahwa ia sdh tiba di Bireun tadi pagi. SMS nya juga ada. Ketika mendengar keterang itu, aku langsung takjub Dalam hati aku mengatakan, “mungkin inilah salah satu kekuasaan Allah, salah kelebihan yang diberikan Allah pada orang yang senantiasa berzikir padaNya”.

Aku memang tidak mampu untuk menilai kepribadian Dek Ikhsan. Tapi yang aku tahu bahwa banyak sekali hal-hal ghaib yang ia tahu semenjak ia mengikuti pengajian dan tarekat. Dan itupun juga terjadi dari apa yang dia impikan di malam hari. Ia memang sangat kuat amalannya (yang aku tahu dan lihat dengan mata kepalaku sendiri). Bahkan banyak sekali keajaiban-keajaiban akan kebesaran Allah yang ia alami. Ia menceritakannya padaku. Pernah suatu hari ia melihat awan yang bertuliskan lafadh Allah. Serta banyak hal lainnya yang tidak bisa diceritakkan disini.

Sebenarnya, dulu, dek Ikhsan adalah anak yang sangat nakal dan paling membangkan dalam keluarga. Tapi akhirnya berubah total semenjak ia tahu banyak hal tetang agama melalui pengajian yang diikut atas kesadaran sendiri. Dan mungkin itu juga karena amalan yang tinggi. Semoga Allah ta’ala selalu merahmatinya. Amin.

Dahsyatnya Syukur & Ikhlas

Tulisan ini kutulis tanpa ada tujuan apapun. Aku menulis semuanya itu hanya untuk diriku. Apapun yang ada diblog ini. Aku mencoba mengkaji apapun yang kulakukan dalam hidupku, terutama sesuatu yang berhubungan dengan spritual.

Alhamdulliah… Aku teringat kembali tentang beberapa web yang pernah ku baca tentang syukur dan ikhlas. Memang sangat luar biasa sekali bila diterapkan.

Sebenarnya, kata syukur dan ikhlas sudah sangat sering ku dengar. Semenjak kecilpun, aku sudah biasa mendengarnya. Namun, aku mulai paham ketika membaca satu buku bestseller karangan Erbe Sentanu denga judul “Quantum Ikhlas”. Rupanya seperti itulah sifat ilmu. Memang benar seperti apa yang dikatakan seorang ustad di saat aku travelling ke Pulau Nasi. “Ilmu terkadang tidak langsung kita dapat. Diawal-awalnya kita hanya tahu, namun tidak paham. Baru kita paham bukan ketika kita tahu, bisa saja satu minggu, bulan dan bahkan satu tahun kedepan baru kita paham. Itulah ilmu”. Aku betul-betul teringat kata itu.

Ada beberapa kebiasaan yang kulakukan di waktu dan sudah lama kumeninggalkannya. Hari ini, aku mencoba untuk selalu melakukannya. Karena banyak sekali hal-hal yang sangat luar biasa terjadi dengan bersyukur. Dianatara hal-hal yang kulakukan dan harus terus kulakukan adalah:

  1. setiap selesai shalat Isya atau witir sebelum tidur, aku biasanya menulis Gratitude Journal alias Jurnal Syukur. For Example: (1) I am grateful having dinner with my family, (2) I am grateful My gf wake me up in the morning. (3) I am grateful My financial is increase again. (4) I am grateful my family supports me. etc. Itu semua kutulis dengan tangan dan penuh perasaan bersyukur kepada Allah SWT.
  2. Setelah menulis itu semua, aku juga menulis beberapa hal yang harus kulakukan esok harinya.
  3. Dan kemudian Aku memohon kepada Allah SWT agar semuanya berjalan dengan lancar dan tetap dalam naunganNya.
  4. Pada pagi harinya, setelah shalat subuh, biasanya aku menulis beberapa affirmasi dan kutulis samapi satu halaman buku dengan penuh perasaan.
  5. Setelah itu, aku menvisualisasikan hal-hal yang kuinginkan sudah terjadi dan langsung aku bersujud syukur.
  6. Sebelum pergi beraktivitas, aku melakukan shalat dhuha 4 rakaat.

Itu smua hal yang sering kulakukan dan sudah lama kutinggalkan. Saat kupikir kembali hal-hal Miracle yang kudapatkan, memang sangat luar biasa sekali. Dan aku ingin kembali melakukannya dengan lebih ikhlas lagi serta istiqamoh.

Ada beberapa hal juga yang saat ini kuubah, yaitu tepat pada poin 5. Dulu, biasanya melakukan meditasi ringan sebelum sujud syukur. Namun ketika kutemukan sesuatu yang lebih dahsyat dari pada meditasi, yaitu zikir dalam bentuk Tarekat, aku mulai membiasakan melakukan itu. Memang sangat luar biasa dan dahsyat.

Semoga diriku dan keluargaku serta orang-orang yang kukenal tetap terus berada dalam naunganMu Ya Allah. Tetap terus tunjukkan jalan yang terbaik bagiku. Amin.

Tahu Dimulai Dari Tidak Tahu

Pustaka Buku Bekas

jangan beli buku kalau belum tahu isinya!

ndu.t.yke's life

{while & after sydney}

Catatan Perjalanan Hidupku ^^

Karena setiap detik perjalanan hidup adalah pelajaran, dan akan menjadi kenangan yang akan selalu membuatmu bersyukur :)

Pemulung Hikmah

selalulah ambil setiap hal yang baik meskipun hanya setitik debu, karna itu salah satu cara kita beriman kepada -Nya. Mencari Hikmah. Bahwa setiap yang Dia Kehendaki pasti tersebar banyak hikmah didalamnya. Temukan!

Engkau & Aku

Engkau Mentari di Hatiku

FAUZI PRESIDENT HAMIKU

Invite Rizky FAUZI as Speaker - 08986800220 (Chat WA) | SUPPORT HAMIKU SUCCESS with SHARE IT | Setelah DIBACA timbal baliknya harus di-SHARE soalnya gak gratis... - RIZKY FAUZI

CatherineAry.com

whatever you are, be a good one

simple Ula

I want to be rich. Rich in love, rich in health, rich in laughter, rich in adventure and rich in knowledge. You?

AliApa Blog

Cari apa? di Aliapa.com aja....

Arina Zulfa Azizah

Seseorang pecinta sastra yang mengekspresikan karyanya lewat mimpi :)

Yasier Fadilah

Cerita Sederhana